Kamis, 9 April 2026

Fraksi Otsus DPR Papua Barat Soroti Keterisolasian 2 Kampung di Teluk Bintuni

"Masyarakat hidup di sana selama 50 tahun, tapi belum ada pembangunan jalan dan jembatan. Mereka masih hidup dalam kondisi terisolir," ujarnya.

Tayang:
zoom-inlihat foto Fraksi Otsus DPR Papua Barat Soroti Keterisolasian 2 Kampung di Teluk Bintuni
Tribunpapuabarat.com/Dokumentasi Agustinus Orosomna
KAMPUNG TERISOLASI - Wakil Ketua Fraksi Otsus DPR Papua Barat, Agustinus Orosomna, menyoroti keterisolasian Kampung Morombuyi dan Mekyesefeb. Kedua kampung di Teluk Bintuni itu belum memiliki akses jalan dan jembatan. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI - Wakil Ketua Fraksi Otsus DPR Papua Barat, Agustinus Orosomna, menyoroti keterisolasian Kampung Morombuyi dan Mekyesefeb yang belum memiliki akses jalan dan jembatan.

Kedua kampung itu berada di Distrik Merdey, Kabupaten Teluk Bintuni.

"Untuk sampai ke lokasi, saya harus berjalan kaki melewati gunung yang terjal," katanya menceritakan pengalaman mengunjungi kedua kampung itu, Minggu (22/2/2026). 

Karena itu, ucap Agustinus Orosomna, pemerintah harus segera membangun jalan dan jembatan bagi masyarakat di sana.

Menurutnya, masyarakat Morombuyi dan Mekyesefeb mendiami wilayah itu sejak 1975.

Mereka belum merasakan pembangunan infrastruktur dasar yang layak serta akses transportasi sangat terbatas. 

Baca juga: Polda Papua Barat Serahkan Tali Asih kepada Pengungsi Moskona Teluk Bintuni

 

"Masyarakat hidup di sana selama 50 tahun, tapi belum ada pembangunan jalan dan jembatan. Mereka masih hidup dalam kondisi terisolir," ujarnya.

Warga mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap keberadaan mereka sebagai bagian Indonesia.

"Masyarakat sampai bertanya, apakah kami ini rakyat Indonesia atau bukan? Kenapa daerah kami tidak pernah tersentuh pembangunan," katanya.

Ia menyoroti pemanfaatan dana otonomi khusus (Otsus) yang seharusnya berdampak nyata untuk kesejahteraan orang asli Papua, khususnya dalam pembangunan infrastruktur dasar.

Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni agar segera membangun jalan dan jembatan di kedua kampung tersebut.

Besarnya APBD Teluk Bintuni, ucapnya, harus sejalan dengan pemerataan pembangunan, terutama bagi masyarakat adat di wilayah pedalaman.

“Percuma APBD besar, jika masih ada masyarakat tujuh suku yang hidup terisolir dan belum menikmati pembangunan,” katanya.

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved