Berita Teluk Bintuni
Tradisi Tukar Piring dalam Agama Keluarga Jaga Kerukunan Islam-Kristen di Kaitaro
pentingnya budaya "tukar piring" sebagai simbol kerukunan yang dikenal dengan istilah “agama keluarga”
Penulis: Syahrul Said Refideso | Editor: Hans Arnold Kapisa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/agama-keluarga-di-kaitaro-TB.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI - Tokoh agama Distrik Kaitaro, Kabupaten Teluk Bintuni, Hengky Fenetiruma, mengajak warganya untuk terus menjaga nilai kebersamaan lintas agama yang telah diwariskan leluhur.
Dalam perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, ia menekankan pentingnya budaya "tukar piring" sebagai simbol kerukunan yang dikenal dengan istilah “agama keluarga”.
“Budaya ini adalah warisan orang tua kita. Generasi muda harus memahami mengapa kita disebut agama keluarga dan mengapa nilai ini harus terus dijaga,” ujar Hengky di hadapan tokoh agama, adat, pemuda, dan perempuan, Senin (30/3/2026).
Menurut Hengky, masyarakat Kaitaro sejak dahulu hidup dalam ikatan kekeluargaan meski berbeda keyakinan.
Perayaan hari besar keagamaan, termasuk Idulfitri, selalu menjadi momen mempererat silaturahmi antarumat beragama.
Sebagai ilustrasi, ia menghadirkan Moksen Tatuta (Islam) dan Fredy Tatuta (Kristen), dua saudara dari satu garis keluarga.
Keduanya melakukan simbolisasi tukar piring - saling menukar piring makan sebagai tanda bahwa meski berbeda agama, mereka tetap satu keluarga.
Baca juga: Agama Keluarga di Fakfak, Saudara Kristen Siapkan Menu Buka Puasa untuk Kerabat Muslim
Penukaran piring ini melambangkan bahwa kita tetap makan bersama, hidup bersama, dan tidak saling membeda-bedakan,” jelas Hengky.
Ia juga mengingatkan sejarah masuknya agama di Kaitaro.
Islam lebih dahulu hadir, sementara Kristen mulai berkembang sekitar tahun 1911–1913 melalui penginjil dari Wondama.
Sejak itu, dalam satu keluarga besar ada yang memeluk Islam dan ada yang memeluk Kristen, namun perbedaan tidak pernah memutuskan hubungan kekeluargaan.
Budaya tukar piring disebut Hengky sebagai simbol nyata dari agama keluarga, yakni sebuah identitas masyarakat Kaitaro yang menempatkan nilai kekeluargaan di atas perbedaan keyakinan.
“Inilah kekuatan kita. Warisan budaya ini harus dijaga oleh generasi muda agar kehidupan rukun dan damai tetap terpelihara di tengah keberagaman,” tegasnya.
tukar piring
Agama Keluarga
Distrik Kaitaro
Merawat Kerukunan Beragama
Hari Raya Idulfitri
simbol budaya
Kabupaten Teluk Bintuni
Hengky Fenetiruma
| Genting Oil Klarifikasi Polemik Tenaga Kerja PT Mendo dan Disnaker Teluk Bintuni |
|
|---|
| Marsela Inanosa Apresiasi Peran Perusahaan Dukung Pemberdayaan Masyarakat Distrik Sumuri |
|
|---|
| Pemda Bintuni-Genting Oil Kasuri Akui Hak Adat, Kompensasi Tanah Ulayat Sumuri Diserahkan |
|
|---|
| Bupati Teluk Bintuni Minta Pencari Kerja Bersabar, Proses Formasi 546 Masih Berjalan |
|
|---|
| 23 Sekolah Ikuti LCC yang Digagas OSIS SMA Negeri 1 Teluk Bintuni |
|
|---|