Selasa, 21 April 2026

Kata Menkes soal Vaksinasi Berbayar: Prinsipnya Pemerintah Membuka Opsi yang Luas

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, program berbayar merupakan upaya pemerintah membuka opsi yang yang luas dalam pelaksanaan vaksinasi.

Tayang:
Editor: Astini Mega Sari
zoom-inlihat foto Kata Menkes soal Vaksinasi Berbayar: Prinsipnya Pemerintah Membuka Opsi yang Luas
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Ilustrasi Vaksinasi Covid-19 - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, program berbayar merupakan upaya pemerintah membuka opsi yang yang luas dalam pelaksanaan vaksinasi. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Rencana pelaksanaan vaksinasi gotong royong individu atau vaksinasi berbayar menuai berbagai respons dari publik.

Terkait hal itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, program vaksinasi gotong royong individu atau berbayar merupakan upaya pemerintah membuka opsi yang luas dalam pelaksanaan vaksinasi.

Hal tersebut disampaikan Budi dalam konferensi pers daring usai rapat terbatas secara virtual bersama Presiden Jokowi dan sejumlah menteri terkait pada Senin (12/7/2021).

"Untuk vaksin gotong royong di rapat terbatas tadi juga ditegaskan bahwa vaksin gotong royong ini merupakan opsi. Jadi apakah masyarakat bisa mengambil atau tidak, prinsipnya pemerintah membuka opsi yang luas," kata Budi.

Budi mengatakan, alasan opsi vaksinasi Covid-19 diperluas dikarenakan banyak para pengusaha belum mendapatkan akses vaksin melalui program Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Baca juga: Protes Tak Dapat Jatah Vaksin, Seorang Warga Mengamuk dan Rusak Alat Kesehatan Milik Petugas

Selain itu, warga negara asing yang sudah lama tinggal dan berusaha di Indonesia seperti di bidang kuliner dan seni ingin mendapatkan akses vaksin.

"Misalnya mereka juga ingin mendapatkan akses ke vaksin gotong royong itu juga bisa mendapatkan akses ke vaksin gotong royong yang individu," ujarnya.

Lebih lanjut, Budi mengatakan, vaksinasi gotong royong individu akan dimulai saat program vaksinasi pemerintah sudah mulai masif jumlahnya.

"Sedangkan masyarakat yang ingin mengambil opsi yang lain, juga tersedia, sehingga semua opsi tersedia," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, PT Kimia Farma (Persero) Tbk memutuskan untuk membatalkan pelaksanaan vaksinasi individu atau vaksinasi berbayar, yang semula akan mulai dilaksanaan pada hari ini, Senin (12/7/2021).

Baca juga: ASN dan TNI-Polri Wajib Sertakan Sertifikat Vaksinasi Covid-19 untuk Bepergian Keluar Manokwari

Terkait pembatalan tersebut, Sekretaris Perusahaan Kimia Farma Ganti Winarno Putro mengatakan, perseroan bakal menunda pelaksanaan vaksinasi berbayar hingga waktu yang tidak ditentukan.

"Kami mohon maaf karena jadwal Vaksinasi Gotong Royong Individu yang semula dimulai hari Senin, 12 Juli 2021 akan kami tunda hingga pemberitahuan selanjutnya," kata Ganti Winarno dalam keterangan tertulis, Senin.

Ganti menjelaskan, keputusan tersebut diambil perseroan melihat tingginya respons dari berbagai pihak terkait pelaksanaan vaksinasi individu.

"Serta banyaknya pertanyaan yang masuk membuat manajemen memutuskan untuk memperpanjang masa sosialisasi vaksinasi gotong royong individu serta pengaturan pendaftaran calon peserta," tuturnya.

"Terima kasih atas pemahaman para pelanggan serta animo untuk bersama-sama mendorong tercapainya kekebalan komunal yang lebih cepat di Indonesia," kata dia. (*)

Berita lainnya soal vaksinasi Covid-19

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Soal Vaksinasi Berbayar, Menkes Sebut Pemerintah Buka Opsi yang Luas

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved