Kamis, 23 April 2026

Rektor Unipa Bakal Keluarkan Mahasiswa yang Terlibat Demo dan Penganiaayan terhadap Pegawai Kampus

Rektor Unipa akan mengeluarkan mahasiswa yang terlibat dalam demonstrasi dan penganiayaan terhadap pegawai kampus, pada Rabu (21/7/2021).

Tayang:
Penulis: Safwan Ashari | Editor: Astini Mega Sari
zoom-inlihat foto Rektor Unipa Bakal Keluarkan Mahasiswa yang Terlibat Demo dan Penganiaayan terhadap Pegawai Kampus
(TribunPapuaBarat.com/Safwan Raharusun)
Rektor Universitas Papua, Meky Sagrim, saat menggelar jumpa pers di depan gedung rektorat, Kamis (22/7/2021) 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Rektor Universitas Papua (Unipa) Manokwari, Meky Sagrim, akan mengeluarkan mahasiswa yang terlibat dalam demonstrasi dan penganiayaan terhadap pegawai kampus, pada Rabu (21/7/2021).

Kata Sagrim, keputusan tersebut merupakan hasil dari rapat senat darurat.

"Semua yang statusnya sebagai mahasiswa yang terlibat dalam aksi tersebut, dinyatakan dikeluarkan," tegas Sagrim kepada sejumlah awak media, Kamis (22/7/2021).

"(Unipa) tempat di mana kalian (mahasiswa) belajar. Bukan menjadi si Malin Kundang."

"Bagaimana kalian menjadi sarjana, mau menjadi orang pintar, mengurus tanah Papua, kalau kita modelnya macam begini."

Baca juga: Rektor Unipa Manokwari Jelaskan Duduk Perkara Aksi Demo yang Berakhir Ricuh di Kampusnya

Suasana di depan Unipa Manokwari, pascaaksi demo massa yang berakhir ricuh, Rabu (21/7/2021).
Suasana di depan Unipa Manokwari, pascaaksi demo massa yang berakhir ricuh, Rabu (21/7/2021). ((TribunPapuaBarat.com/Safwan Raharusun))

Lebih lanjut, Sagrim meminta semua civitas akademika di Unipa sama-sama menjaga ketertiban dan keamanan.

Ia juga menyayangkan perusakan sejumlah fasilitas kampus yang dilakukan massa aksi saat demo.

"Sementara lagi proses akreditasi, kenapa kita dibikin rusak begini," tuturnya.

Tunda Wisuda dan PKKMB

Unipa juga memutuskan menunda kegiatan wisuda serta pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru (PKKMB), pascademo yang berakhir ricuh tersebut.

"Sekitar 800 mahasiswa yang mau wisuda, harus kita tunda wisudanya," ujar Sagrim.

Sebab, lanjut Sagrim, orang yang bertanggungjawab dalam acara wisuda adalah Kepala Biro Perencanaan Akademik dan Kemahasiswaan, Kashudi.

Kashudi merupakan korban penganiayaan dalam aksi demo tersebut.

Baca juga: Unipa Manokwari Hentikan Seluruh Kegiatan Perkuliahan Pasca-Aksi Demo yang Berujung Ricuh

Suasana di depan Unipa Manokwari, pascaaksi demo massa yang berakhir ricuh, Rabu (21/7/2021).
Suasana di depan Unipa Manokwari, pascaaksi demo massa yang berakhir ricuh, Rabu (21/7/2021). ((TribunPapuaBarat.com/Safwan Raharusun))

"Dia masih proses perawatan," ungkapnya.

Rencananya, Unipa Manokwari akan mewisuda 800 mahasiswanya pada 11 Agustus 2021.

"Ditunda hingga waktu yang belum ditentukan," tuturnya.

Selain wisuda, kegiatan PKKMB yang sedianya digelar Agustus 2021 juga akan ditunda.

"Mahasiswa baru yang masuk ikut PKKMB, Agustus minggu ketiga, juga akan ditunda," tuturnya. (*)

Berita terkait lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved