Harga BBM di Papua Barat
Dexlite Naik, Sopir Hilux Lintas Manokwari-Bintuni Tercekik Biaya Operasional
sopir Hilux lintas Manokwari–Bintuni, Bakri, mengatakan harga Dexalite di Manokwari Papua Barat yang kini mencapai Rp24.150 per liter
Penulis: Fransiskus Irianto Tiwan | Editor: Hans Arnold Kapisa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/sopir-hilux-antre-bbm.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Dexalite dikeluhkan para sopir Hilux lintas Manokwari–Teluk Bintuni karena dinilai sangat memberatkan biaya operasional harian.
Salah satu sopir Hilux lintas Manokwari–Bintuni, Bakri, mengatakan harga Dexalite di Manokwari Papua Barat yang kini mencapai Rp24.150 per liter.
Kenaikan harga yang signifikan ini membuat pengeluaran bahan bakar meningkat drastis, terutama saat mereka tidak mendapatkan biosolar.
“Kalau tidak dapat biosolar, terpaksa isi Dexalite. Sekarang harganya sekitar Rp24.150, sebelumnya hanya Rp16.500. Dampaknya sangat berpengaruh sekali,” ujarnya kepada Tribunpapuabarat.com, Senin (20/4/2026).
Dengan kapasitas tangki sekitar 60 liter, biaya pengisian penuh yang sebelumnya berkisar Rp800 ribu kini melonjak menjadi lebih dari Rp1 juta.
“Kalau dulu isi full tank sekitar Rp800 ribu, sekarang bisa lebih dari Rp1 juta. Sementara sekali jalan paling dapat sekitar Rp2 juta,” jelasnya.
Baca juga: Aksi Mogok, Komunitas Sopir Hilux Manokwari–Bintuni Tolak Kehadiran Travel Transnusa
Menurut Bakri, sebagian besar pendapatan habis untuk biaya bahan bakar sehingga sisa penghasilan yang dibawa pulang sangat minim.
“Kalau dapat Rp2 juta, habis isi Dexalite tinggal sekitar Rp400 ribu. Jadi sangat terasa sekali dampaknya,” katanya.
Ia menambahkan, para sopir bahkan rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan biosolar yang lebih murah guna menekan biaya operasional.
Namun, kenaikan harga BBM tersebut belum diikuti dengan penyesuaian tarif penumpang.
“Untuk sementara belum ada kenaikan tarif penumpang. Kita masih pakai harga lama,” ujarnya.
Bakri juga mengungkapkan jumlah penumpang lintas Manokwari–Teluk Bintuni cenderung menurun. Sopir kini lebih banyak mengandalkan angkutan barang.
“Sekarang lagi sepi. Kalau penumpang kadang hanya satu dua orang saja,” ungkapnya.
Baca juga: Update Harga BBM di Papua Barat Terbaru, Pertamax hingga Pertalite
Ia menilai kondisi tersebut dipengaruhi oleh semakin baiknya infrastruktur jalan, sehingga masyarakat lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi dan motor.
“Sekarang jalan sudah bagus, jadi mobil kecil dan motor juga sudah banyak yang melintas,” tambahnya.
| Gamtri Manokwari Terima 21 Mahasiswi Baru, Pengenalan Asrama Perdana di Gedung Baru |
|
|---|
| BI Resmikan Kantor dan Rumah Dinas Baru di Manokwari, Gubernur: Simbol Kebanggaan Papua Barat |
|
|---|
| Rotasi dan Pelantikan Pejabat Bintuni Tak Bertentangan dengan Otsus, Ini Penjelasan YLBH |
|
|---|
| Kontrakan Jatuh Tempo, Mahasiswa Supiori di Manokwari Desak Pemda Bangun Asrama Permanen |
|
|---|
| Ramalan Zodiak Senin 20 April 2026: Aries dan Taurus Hoki, Gemini Perlu Waspada Hari Ini |
|
|---|