Kapal Kargo Bermuatan 2.220 Ton Semen Tujuan Timika Kandas di Perairan Manokwari
Sebuah kapal kargo bermuatan semen menabrak karang dan kandas saat hendak keluar dari Manokwari, Papua Barat, menuju Timika, Papua.
Penulis: Safwan Ashari | Editor: Astini Mega Sari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Kapal-kargo-bermuatan-220-ton-semen-yang-kandas-di-perairan-Manokwari.jpg)
Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Sebuah kapal kargo bermuatan semen menabrak karang dan kandas saat hendak keluar dari Manokwari, Papua Barat, menuju Timika, Papua.
Menurut data yang dihimpun TribunPapuaBarat.com, kapal tersebut kandas pada titik koordinat 00°52 . 633°5 lintang utara, dan 134°04 . 525°5 bujur selatan.
Kasat Polairud Polres Manokwari Ipda Edi Sutrisno menuturkan, kapal tersebut kandas sejak Sabtu (7/8/2021).
Baca juga: Pemkot Sorong Surati Kemenhub, Minta Disiapkan Kapal Pelni untuk Tempat Karantina Pasien Covid-19
"Kami pun mendapatkan laporan dari para pecinta laut sehingga langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi," ujar Edi kepada sejumlah awak media, Selasa (10/8/2021).
Sementara ini, pihaknya sedang melakukan penyelidikan.
"Jika dari hasil pemeriksaan bisa digunakan untuk dinaikkan status menjadi penyidikan," tuturnya.
Hingga kini, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi, seperti mualim satu dan dua, anak buah kapal (ABK), serta sejumlah saksi lainnya.
"Menurut hasil pemeriksaan, saat kapal hendak keluar, cuaca sedang hujan lebat dan angin kencang," ucap Edi.
Baca juga: Kesaksian Korban Selamat KMP Yunice di Selat Bali: Teriak, Setengah Jam Nunggu Kapal Lewat
Kondisi itu membuat penanda seperti mercusuar tak terlihat dan berujung pada kecelakaan laut.
"Selain itu, kami mendapat informasi kapal tersebut bermuatan semen sebanyak 2.220 ton," kata Edi.
"Kapal ini bertujuan, hendak menuju ke Timika," ucapnya.
Untuk evakuasia kapal, kata Edi, masih menunggu kapal dari Fakfak untuk membongkar muatan. (*)