Breaking News:

Kapal Kargo Kandas setelah Tabrak Karang, Komunitas Ketapang Dive Kwawi Sebut Rusak Ekosistem Laut

Insiden kapal kargo bermuatan semen 2.220 ton yang menabrak karang dan kandas di perairan Manokwari jadi perhatian Komunitas Ketapang Dive Kwawi.

(TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun)
Ketua Komunitas Ketapang Dive Kwawi, Kabupaten Manokwari, Alexander Sitanala. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Insiden kapal kargo bermuatan semen 2.220 ton yang menabrak karang dan kandas di perairan Kabupaten Manokwari, Papua Barat, ikut menjadi perhatian kelompok pecinta alam bawah laut, Komunitas Ketapang Dive Kwawi.

Ketua Komunitas Ketapang Dive Kwawi, Alexander Sitanala (45) menuturkan, pihaknya merasa sedih dan dirugikan atas insiden tersebut.

Pasalnya, Komunitas Ketapang Dive Kwawi ikut serta dalam penanaman terumbu karang di wilayah tersebut.

Kondisi kapal kargo bermuatan 220 ton semen yang kandas di perairan Manokwari.
Kondisi kapal kargo bermuatan 220 ton semen yang kandas di perairan Manokwari. ((TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun))

Baca juga: Kapal Kargo Bermuatan 2.220 Ton Semen Tujuan Timika Kandas di Perairan Manokwari

"Insiden ini terjadi saat para pecinta laut sedang semangat giat untuk menanam terumbu karang," ujar Alexander kepada TribunPapuaBarat.com, Selasa (10/8/2021).

Alexander mengatakan lokasi kandasnya kapal kargo tersebut ada di area budidaya terumbu karang.

"Lokasi kapal kandas masuk dalam area budidaya penanaman terumbu karang," ungkap Alexander.

"Orang lain boleh anggap insiden ini hanya biasa saja, namun beda halnya dengan kami. Ini merupakan hal yang tidak bisa kami terima begitu saja," imbuhnya.

Baca juga: 2 Lokasi Diving di Raja Ampat yang Ramah bagi Penyelam Pemula

Dekat dengan Spot Diving Internasional

Tak hanya itu, lokasi kandasnya kapal tersebut juga tak jauh dari sebuah spot diving yang telah terkenal di mancanegara, yakni Karnauba.

"Sekitar 400 meter dari lokasi kapal tersebut terdapat sebuah spot selam yang sudah terkenal hingga internasional," ucap Alexander.

Pria asal Ambon ini menjelaskan, lokasi kandasnya kapal itu juga merupakan tempat berkembang biaknya sejumlah spesies laut.

"Bahkan ada sejumlah biota yang sering dicari oleh penyelam makro dari nasional dan mancanegara," tuturnya. (*)

Berita lainnya

Penulis: Safwan Ashari Raharusun
Editor: Astini Mega Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved