Kapitan Pattimura, Pahlawan Nasional asal Maluku yang Dihukum Mati oleh Belanda
Thomas Matulessy atau sering disebut Kapitan Pattimura adalah pahlawan nasional asal Maluku yang berjuang melawan Belanda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Thomas-Matulessyatau-sering-disebut-Kapitan-Pattimura.jpg)
TRIBUNPAPABARAT.COM - Monopoli perdagangan rempah-rempah yang dilakukan Belanda melalui pelayaran Hongi membuat sengsara rakyat Maluku.
Kesengasaraan rakyat Maluku timbul ketika ada kebijakan penyerahan wajin berupa ikan asin, kopi dan hasil laut lainnya kepada Belanda.
Sikap tersebut membakar amarah Thomas Matulessy atau sering disebut Kapitan Pattimura untuk melawan Belanda.
Dalam buku Mengenal Pahlawan Indonesia (2010) oleh Arya Ajisaka, Pattimura yang memiliki nama asli Thomas Matulessy adalah anak dari pasangan Frans Matulessy dan ibunya Fransina Silahoi.
Baca juga: Sosok Pahlawan Nasional Bung Tomo, Pengobar Semangat Rakyat Surabaya saat Lawan Penjajah
Pattimura lahir pada 8 Juni 1783 di Saparua, Maluku, lahir sebagai anak keturunan bangsawan dari Raja Sahulau. Sebuah kerajaan yang berada di Teluk Seram Selatan.
Pattimura memiliki seorang adik laki-laki bernama Yohanis.
Pada 1810, kepulauan Maluku diambil alih Belanda oleh Inggris.
Pattimura kemudian menerima pelatihan militer dari pasukan Inggris dan mencapai pangkat mayor.
Perjuangan Melawan Belanda
Setelah penandatanganan Perjanjian Inggris-Belanda pada 13 Aguistus 1814, kepulauan Maluku kembali di bawah kekuasaan Belanda.
Seluruh rakyat Saparua melakukan perlawanan kepada Belanda untuk mempertahankan daerahnya.
Baca juga: Sosok Malahayati, Pahlawan Nasional yang Jadi Laksmana Laut Perempuan Pertama di Dunia
Perlawanan tersebut terjadi pada 14 Mei 1817.
Kebanyakan rakyat Maluku memilih Thomas Matulessy sebagai Kapitan Pattimura untuk memimpin pemberontakan tersebut.
Sejak saat itu Thomas Matulessy dikenal sebagai Kapitan Pattimura.
Di bawah pimpinannya, Benteng Duustede berhasil direbut dari tangan Belanda dan semua tentaranya tewas, termasuk Residen Van den Berg.