Breaking News:

Minta Warganya Tak Mudah Terhasut Informasi Hoaks, Bupati Maybrat: Kita Sekarang Ada di Dalam NKRI

Bupati Kabupaten Maybrat Bernard Sagrim mengimbau masyarakat tak mudah terpengaruh informasi hoaks demi terciptanya situasi yang tertib dan aman.

(TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun)
Bupati Maybrat Bernard Sagrim menemui masyarakat pascapenyerangan Posramil Kisor. Ia mengimbau warga tak mudah terhasut informasi hoaks. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MAYBRAT - Penyerangan Posramil Kisor beberapa waktu lalu di Kabupaten Maybrat, Papua Barat, membuat banyak masyarakat memilih mengungsi.

Terkait hal tersebut,┬áBupati Kabupaten Maybrat Bernard Sagrim mengimbau masyarakat tak mudah terpengaruh informasi hoaks demi terciptanya situasi yang tertib dan aman.

Bernard berharap persitiwa kriminal dan kekerasan di wilayahnya tak terulang kembali.

Bupati Maybrat Bernard Sagrim menemui masyarakat pascapenyerangan Posramil Kisor. Ia mengimbau warga tak mudah terhasut informasi hoaks.
Bupati Maybrat Bernard Sagrim menemui masyarakat pascapenyerangan Posramil Kisor. Ia mengimbau warga tak mudah terhasut informasi hoaks. ((TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun))

Baca juga: 17 Pelaku Penyerangan Posramil Kisor Masuk DPO, Satu di Antaranya Ketua KNPB Sektor Kisor

"Kamu ingat bahwa di Distrik Aitinyo Raya, pernah dalam sejarah dan menjadi daerah merah," ujar Bernard, saat memberikan sosialisasi kepada masyarakat, Kamis (9/9/2021).

"Jangan sampai sejarah tersebut diulangi lagi karena secara langsung berhadapan dengan aparat."

"Jadi, sejarah di masa lalu yang menyedihkan dan cukup diingat," tuturnya.

Bernard mengatakan bahwa Tanah Papua dan masyarakatnya adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Oleh karena itu ia meminta masyarakat tak terpengaruh hasutan dari kelompok separatis.

Baca juga: Minta Warga di Maybrat Tak Perlu Takut TNI-Polri, Polda Papua Barat: Kami ke Sana Menangkap Pelaku

"Kamu yang orang tua harus bicara kembali bahwa daerah ini dulu ada orang tidak bertanggungjawab masuk dan korban pun berjatuhan," ungkap Bernard.

"Kita ini sekarang ada di dalam NKRI. Jadi siapapun yang masuk dan memberikan hasutan di sini tidak usah kamu terpengaruh," tegasnya.

Bernard juga meminta agar masyarakat yang ada di Distrik Aitinyo Raya tetap bekerja dan berkontribusi dalam pembangunan.

Dalam pantauan TribunPapuaBarat.com, masyarakat yang ada di Distrik Aitinyo Raya, bersepakat untuk mengikuti apa yang diinstruksikan oleh Bupati Maybra untuk bersama-sama saling menjaga dan bisa terus melakukan pembangunan di daerah tersebut. (*)

Berita terkait lainnya

Penulis: Safwan Ashari Raharusun
Editor: Astini Mega Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved