Breaking News:

Vaksinasi Covid19

Dinkes Papua Barat Tarik Stok Vaksin AstraZeneca dari Sejumlah Daerah, Ini Alasannya

Kadinkes Papua Barat mengatakan stok Vaksin Astrazeneca di Papua Barat akan masuk masa expired atau kedaluwarsa pada September 2021.

TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Otto Parrorongan. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Otto Parorrongan, mengatakan stok Vaksin AstraZeneca di Papua Barat akan masuk masa expired atau kedaluwarsa pada September 2021.

"Ada beberapa daerah di Papua Barat, yang mendapatkan alokasi AstraZeneca dan akan memasuki masa expired," ungkap Otto, saat dihubungi TribunPapuaBarat.com, Kamis (16/9/2021).

Terkait hal itu, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan semua Kepala Dinas di kabupaten/kota untuk segera merelokasi stok vaksin AstraZeneca ke provinsi.

Baca juga: Warga Enggan Divaksin, Ribuan Dosis Vaksin Sinovac di Aceh Tenggara Terbuang Sia-sia

"Sehingga kita bisa geser ke provinsi lain di Indonesia, sebab masa expired akan selesai September ini," tutur Otto.

"Sementara ini kita lagi minta data dari kabupaten/kota sehingga tidak ada stok vaksin yang kedaluwarsa di daerah kita," lanjutnya.

Otto mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah menerima vaksin AstaZeneca yang dikirim dari beberapa daerah di Papua Barat.

"Saat ini tinggal beberapa daerah saja yang belum kirim lantaran terkendala transportasi," ucapnya.

Rencananya, vaksin AstraZeneca dari Papua Barat akan dikirim ke Kementerian Kesehatan untuk didistribusikan ke daerah lain di Indonesia.

Baca juga: Dari Sinovac hingga Convidecia, Inilah 9 Vaksin Covid-19 di Indonesia yang Kantongi EUA dari BPOM

Otto menyebutkan, ada lima daerah yang telah mengirimkan vaksin AstraZeneca ke provinsi.

Seperti, Kota Sorong, Manokwari, Manokwari Selatan, Kabupaten Sorong, dan Kabupaten Sorong Selatan.

"Jumlah vaksinasi yang telah dikirim dari masing-masing daerah sebanyak 877 vial," kata Otto.

"Saat ini kita sudah kirim ke Kementerian, untuk dialokasikan ke daerah lain di Indonesia," imbuhnya. (*)

Berita terkait lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved