Rabu, 22 April 2026

Kenali Gejala Diabetes Melitus Tipe 2 dan Cara Mengatasinya

Diabetes melitus atau yang biasa disebut diabetes memiliki dua tipe, yaitu tipe 1 dan tipe 2 yang penting untuk diketahui gejalanya.

Tayang:
Editor: Astini Mega Sari
zoom-inlihat foto Kenali Gejala Diabetes Melitus Tipe 2 dan Cara Mengatasinya
Freepik
Ilustrasi tes gula darah pada pasien diabetes 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Diabetes melitus atau yang biasa disebut diabetes memiliki dua tipe, yaitu tipe 1 dan tipe 2 yang penting untuk diketahui gejalanya.

Diabetes tipe 1 dapat terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel penghasil insulin.

Sementara pada diabetes tipe 2, yang terjadi pada tubuh adalah tidak mampu menggunakan insulin secara normal dan pada akhirnya pankreas akan mengalami kegagalan dalam menghasilan insulin.

Sayangnya, diabetes tipe 2 ini seringkali tidak bergejala hingga dapat menimbulkan komplikasi.

Hal ini disampaikan oleh Dr. dr. Wismandari Wisnu, Sp.PD, KEM, selaku Ketua Jakarta Diabetes Meeting 2021 dalam siaran pers Jakarta Enhancing Meeting 2021 yang diterima Kompas.com, Kamis (12/8/2021).

Baca juga: Perlu Dihindari, Inilah Sederet Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Picu Penyakit Diabetes

Kendati demikian, Dr. Wismandari menjelaskan bahwa terdapat gejala klasik diabetes tipe 2 yang bisa diwaspadai.

Gejala tersebut meliputi, sering buang air kecil atau banyak buang air kecil (polidipsia), sering merasa lapar (polifagia), dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Selain itu, terdapat gejala lain seperti badan terasa cepat lelah, kesemutan, gatal, pandangan kabur, gangguan ereksi pada laki-laki hingga gatal-gatal di kemaluan pada perempuan.

"Penting untuk segera memeriksaan diri ke dokter jika merasakan gejala-gejala tersebut. Hal ini penting, karena diabetes bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya komplikasi yang lebih berbahaya” kata Dr. Wismandari.

Diabetes diartikan sebagai suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hipergliemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya.

Baca juga: Daftar Makanan yang Harus Dihindari Penderita Diabetes, Hindari Konsumsi Nasi Putih hingga Jagung

Hipergliemia kronis diabetes dikaitkan dengan kerusakan jangka panjang disfungi dan kegagalan berbagai organ, terutama pada mata, ginjal, saraf, jantung dan pembuluh darah.

“Secara sederhana, diabetes mengacu pada sekelompok penyakit yang mempengaruhi bagaimana tubuh menggunakan gula darah atau glukosa" jelas Dr. Wismandari.

Penyebab yang mendasari diabetes bervariasi menurut jenisnya, namun apapun jenis diabetes, yang terjadi adalah kelebihan gula dalam darah dan hal ini akan memunculkan masalah kesehatan yang lebih serius.

Adapun tatalaksana atau pengelolaan penyakit diabetes tipe 2 ini harus dilakukan secara komprehensif, baik pada tatalaksana umum maupun khusus.

Tatalaksana umum terdiri dari evaluasi medis yang lengkap meliputi riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, evaluasi laboratorium dan penapisan komplikasi.

Baca juga: Panduan Diet untuk Penderita Diabetes, Simak Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi dan Dihindari

Penapisan komplikasi dilakukan pada setiap pasien baru diabetes tipe 2 yang terdiri dari pemeriksaan profil lipid, fungsi hati, fungsi ginjal, tes urin, albumin urin, rasio albumin-kreatinin, EKG, foto thoraks bila terdapat indikasi, pemeriksaan kaki dan funduskopi.

Sedangkan, tatalaksana khusus dapat dimulai dari edukasi promosi hidup sehat, dilanjut dengan terapi nutrisi medis, yakni makanan seimbang dan sesuai kebutuhan alori dan gizi setiap individu.

Latihan fisik juga harus dilakukan secara teratur sebanyak 3-5 hari seminggu dengan durasi 30-40 menit dan jarak latihan tidak lebih dari 2 hari, seperti yang disarankan. 

Latihan fisik yang direkomendasikan bersifat aerobik dengan intensitas.

Tahap terakhir adalah terapi farmakologis yang terdiri dari obat oral dan suntikan. 

Baca juga: Sering Tak Disadari, Kenali 3 Tanda Awal Diabetes yang Perlu Diwaspadai

Obat antidiabetik oral memiliki banyak jenis berdasarkan mekanisme kerja obat, di antaranya sulfonylurea, glinid, metformin, tiazolidinedion, penghambat alfa glucosidase dan lainnya, sesuai dengan arahan dokter.

Sementara obat suntikan yang paling sering digunakan adalah insulin yang juga aman digunakan oleh ibu hamil, dan menjadi alternatif ketika obat lain tidak mampu memberikan efek positif. (*)

Berita lainnya terkait diabetes

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kenali Gejala Diabetes Melitus Tipe 2 dan Pengobatannya

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved