Selasa, 14 April 2026

Vaksinasi Covid19

Dibandingkan Vaksin Pfizer, Vaksin Moderna Disebut Hasilkan Antibodi Lebih Tinggi

Vaksin Covid-19 Moderna disebut menghasilkan antibodi yang lebih tinggi dibandingkan vaksin Pfizer.

Tayang:
Editor: Astini Mega Sari
zoom-inlihat foto Dibandingkan Vaksin Pfizer, Vaksin Moderna Disebut Hasilkan Antibodi Lebih Tinggi
Tribunnews/Jeprima
Tampak pada gambar vaksin Covid-19 Moderna yang akan menjadi dosis ketiga atau vaksin booster dan jarum suntik bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Senin (9/8/2021). Penyuntikan dosis ketiga itu dimaksudkan untuk memberikan proteksi tambahan kepada petugas kesehatan, terutama bagi yang merawat pasien Covid-19.?Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan?booster? vaksin untuk tenaga kesehatan (nakes) ditargetkan selesai pada minggu kedua Agustus 2021 dengan jumlah nakes yang menjadi prioritas penerima vaksin sebanyak 1.468.764 orang. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Vaksin Covid-19 Moderna disebut menghasilkan antibodi yang lebih tinggi dibandingkan vaksin Pfizer.

Kedua vaksin tersebut sama-sama berbasis Messenger RNA (mRNA) namun dengan tingkat dosis minimum yang berbeda.

Vaksin Pfizer memiliki 30 mikrogram mRNA, sedangkan Moderna 100 mikrogram.

Dikutip dari laman Business Insider, Minggu (12/9/2021), sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 1.600 petugas kesehatan Belgia dan diterbitkan sebagai surat penelitian di Journal of American Medical Association pada 30 Agustus lalu, menemukan bahwa vaksin Moderna menghasilkan antibodi dua kali lebih banyak dibandingkan Pfizer pada enam hingga 10 minggu setelah vaksinasi.

Para penulis penelitian tersebut menyampaikan tingkat mRNA yang lebih tinggi dalam vaksin Moderna serta interval yang lebih lama antara dosis satu dan dua, 'kemungkinan dapat menjelaskan perbedaan ini'.

Baca juga: Butuh Dosis Booser, Perlindungan Vaksin Moderna Disebut Berkurang Seiring Waktu

Sebuah studi yang dilakukan University of Virginia dan diterbitkan sebagai surat penelitian di JAMA pada 2 September lalu, tidak menemukan perbedaan dalam respons antibodi di antara kelompok usia yang menggunakan vaksin Moderna.

Namun respons antibodi yang lebih rendah justru terjadi pada orang berusia 50 tahun ke atas yang menggunakan vaksin Pfizer.

Para peneliti mengatakan bahwa perbedaan ini kemungkinan berkaitan dengan jumlah mRNA dalam masing-masing vaksin.

Respons antibodi hanya merupakan salah satu aspek dari sistem kekebalan, dan tingkat antibodi yang dibutuhkan untuk melindungi diri dari Covid-19 pun belum ditetapkan.

Perlindungan vaksin ini juga tergantung pada apakah respons antibodi mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Misalnya, penelitian terbaru dari Universitas Oxford menemukan bahwa pada empat bulan, vaksin Pfizer dan AstraZeneca menghasilkan tingkat antibodi yang serupa.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Moderna, Simak Efikasinya dan Efek Sampingnya

"Tingkat antibodi dari suntikan Pfizer telah berkurang, sedangkan tingkat dari AstraZeneca tetap sama," kata para peneliti.

Sementara data dari Kanada pada awal tahun ini menemukan bahwa setelah penerimaan satu dosis, vaksin Pfizer menunjukkan efektivitas mencapai 56 persen dalam melawan gejala Covid-19 yang disebabkan oleh varian Delta yang diketahui sangat menular.

Sedangkan Moderna tingkat efektivitasnya berada di atas Pfizer, yakni mencapai 72 persen.

Kendati demikian, faktor lain disebut dapat pula mempengaruhi hasil ini, termasuk bahwa vaksin Pfizer biasanya diberikan kepada kelompok orang tua, yang cenderung menghasilkan respons kekebalan lebih lemah.

Namun studi tersebut belum diteliti oleh para ahli dalam tinjauan sejawat. (*)

Berita lain terkait Vaksinasi Covid-19

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Studi: Antibodi yang Dihasilkan Vaksin Moderna Lebih Tinggi dari Pfizer

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved