Breaking News:

Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Telur Ayam di Manokwari Mulai Naik

Harga telur ayam di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, mulai melonjak jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

(TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun)
Telur yang dijual sejumlah pedagang di Pasar Sentral Sanggeng Manokwari, Papua Barat. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Harga telur ayam di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, mulai melonjak jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kondisi tersebut diungkapkan pedagang Telur di Pasar Sentral Sanggeng Manokwari, Sirman (76).

Sirman mengatakan harga telur di pasar mulai mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir,

"Biasanya satu rak telur dijual Rp 55 ribu per krat, sekarang sudah naik menjadi Rp 60 ribu per krat," ujar Sirman, kepada TribunPapuaBarat.com, Senin (6/12/2021).

Telur yang dijual sejumlah pedagang di Pasar Sentral Sanggeng Manokwari, Papua Barat.
Telur yang dijual sejumlah pedagang di Pasar Sentral Sanggeng Manokwari, Papua Barat. ((TribunPapuaBarat.com/Safwan Raharusun))

Baca juga: BPJN Papua Barat Siapkan 3 Skenario Jalur Alternatif ke Bandara Rendani Manokwari

Ia mengatakan harga telur biasanya memang naik menjelang hari-hari besar keagaaman.

"Untuk telur sendiri, sudah mengalami kenaikan sekitar seminggu lalu," kata wanita asal Buton itu.

Sirman menambahkan, untuk saat ini harga telur berada di kisaran Rp 60 ribu per krat dan masih berpotensi mengalami kenaikan lagi.

"Informasi dari bos, satu minggu ke depannya harga telur di pasar paling-paling bisa di atas Rp 70 ribu per krat," ungkap Sirman.

Pasalnya, jika dibandingkan dengan tahun lalu, harga telur per krat naik hingga berada di kisaran Rp 100 ribu.

Baca juga: Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Pemprov Papua Barat Perketat Pintu Masuk

"Yang (tahun) lalu, telur di sini naik hingga berada di kisaran Rp 90 ribu sampai Rp 100 ribu per krat," imbuhnya.

Kondisi tersebut disebabkan kosongnya pasokan di distributor.

Sirman mengatakan, telur yang dijual selama ini dipasok dari Surabaya, sehingga jika mengalami keterlambatan, maka tetap berdampak pada harga di pasaran.

"Selama ini stok lokal belum ada. Saya harap, besok-besok bisa diperhatikan oleh pemerintah," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved