Kades Diduga Aniaya dan Setrum Selingkuhan Istri, Korban Dipancing Datang ke Hotel lalu Dipukuli
Seorang kepala desa di Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, diduga menganiaya seorang pemuda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Iilustrasi-perkelahian-pemukulan-penganiayaan.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Seorang kepala desa di Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, diduga menganiaya seorang pemuda.
Pelaku berinisial S alias B menganiaya AL (25), pemuda yang dituding berselingkuh dengan istri pelaku yang berinisial NR.
AL adalah pemain organ dan menjadi guru les privat musik organ sang kades.
AL disebut dianiaya secara sadis dan disetrum oleh S di dalam sebuah kamar hotel.
Kasus tersebut terungkap dari laporan bapak kos korban yang curiga anak kosnya tak ada kabar selama beberapa hari.
Selain itu ponsel AL juga tak bisa dihubungi.
Baca juga: Diduga Selingkuh, Kades di Tulungagung Didemo dan Diminta Mundur, Pernah Digerebek Istrinya di Hotel
Dipancing Datang ke Hotel
Berdasarkan laporan ke polisi, peristiwa penganiayaan terjadi pada Rabu, 4 Agustus 2021.
Siang itu, korban sengaja dipancing untuk datang ke kamar salah satu hotel di wilayah Kecamatan Tahunan, Jepara.
AL datang setelah dihubungi oleh NR, istri oknum kepala desa tersebut.
Setelah AL masuk kamar hotel dan bertemu NR, mendadak S datang dan menganiya pemuda 25 tahun tersebut.
Tak hanya dipukuli. Korban juga disetrum dengan alat setrum dan dikencingi oleh S.
"Dianggap berselingkuh kemudian korban dipancing ke hotel disuruh ngaku. Istri oknum kades diminta untuk menghubungi korban. Di sana korban digebuki, disetrum dengan alat setrum dan dikencingi," kata Kasat Reskrim Polres Jepara AKP M Fachrur Rozi, Selasa (21/12/2021).
Baca juga: Viral Kades di Karanganyar Lebih Pilih Menantunya Jadi Staf Desa daripada Pelamar Peringkat Satu
Setelah puas menganiaya, korban kemudian diantar ke terminal bus dipaksa untuk pulang ke kampung halamannya di Sukabumi, Jawa Barat.
"Usai dianiaya, korban diantarkan ke terminal. Oknum Kades bilang, kau jangan balik lagi ke Jepara. Korban ini warga Sukabumi yang kerja dan ngekos di Jepara. Korban ini pemain organ dan disewa les privat organ oleh kades. Jadi Kadesnya itu memang suka organ gitu," jelas Rozi.