Breaking News:

Sebut 6 Tersangka Penyerangan Posramil Kisor Dipindah Sepihak, Pengacara: Kami Minta Penjelasan

6 tersangka kasus penyerangan Posramil Kisor disebut dikirim ke Polda Sulawesi Selatan, tanpa sepengetahuan keluarga dan penasihat hukum.

(TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun)
Penasihat hukum enam tersangka pelaku penyerangan Posramil Kisor, Kabupaten Maybrat, Papua Barat. 

Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Enam terduga eksekutor empat prajurit TNI di Posramil Kisor, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, disebut dikirim ke Polda Sulawesi Selatan, tanpa sepengetahuan keluarga dan penasihat hukum.

Hal tersebut disampaikan Leonardo Ijie (37), penasehat hukum keenam tersangka kasus penyerangan Posramil Kisor.

"Saat ini kami menyatakan Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Sorong telah melecehkan marwah keadilan bagi orang Papua," ujar Ijie, kepada sejumlah awak media, Sabtu (1/1/2022).

Baca juga: Pasca-Penyerangan Posramil Kisor, Panglima TNI Sebut Prajurit di Daerah Rawan akan Dipersenjatai

Ia berujar, langkah yang diambil saat ini adalah bentuk dari diskriminasi dalam penegakan hukum di Papua.

"Kami semua memiliki hak untuk diperlakukan sama di hadapan hukum, sebab setiap kali kasus di Tanah Papua, selalu mendapat pemindahan," tuturnya.

Ijie mengklaim hingga saat ini, kejaksaan dan pengadilan pun tidak memberikan penjelasan terkait dengan pemindahan keenam tersangka ke Sulawesi Selatan.

"Kami meminta penjelasan alasan apa Kejaksaan memindahkan keenam pelaku ke Sulawesi Selatan," ucap Ijie.

"Kami dan keluarga belum mendapatkan informasi tersebut."

"Kami minta agar kasus ini tidak dibawa ke Sulawesi Selatan dan harus dikawal secara terang benderang," imbuhnya.

Baca juga: Kaleidoskop 2021: Penyerangan Posramil Kisor oleh KNPB, Tewaskan 4 TNI hingga Ribuan Warga Mengungsi

Ijie menegaskan, semua permasalahan terkait keenam tersangka tersebut diselesaikan sesuai koridor hukum dan secara profesional.

"Kenapa ketika keluarga tanya di Polres Sorong Selatan, mereka bilang sudah di Lapas Sorong, namun nyatanya sudah ada di Polda Sulawesi Selatan," tuturnya.

"Jika ada salah, biarlah mereka diadili di Pengadilan Negeri Sorong dan Kejaksaan Negeri Sorong," tegasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved