Senin, 4 Mei 2026

Waspada Gejala Baru Covid-19 Varian Omicron, Termasuk Mual dan Muntah

Secara umum, gejala varian Omicron disebutkan "sangat ringan" dan diyakini menunjukkan gejala yang sama seperti varian Covid-19 lainnya.

Tayang:
Editor: Astini Mega Sari
zoom-inlihat foto Waspada Gejala Baru Covid-19 Varian Omicron, Termasuk Mual dan Muntah
news.pindula.co.zw
Ilustrasi Covid-19 - Secara umum, gejala varian Omicron disebutkan "sangat ringan" dan diyakini menunjukkan gejala yang sama seperti varian Covid-19 lainnya. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Secara umum, gejala varian Omicron disebutkan "sangat ringan" dan diyakini menunjukkan gejala yang sama seperti varian Covid-19 lainnya.

Dikutip dari NDTV dan metro.co.uk, inilah gejala-gejala awal Virus Corona varian Omicron:

- Suhu tinggi di bagian dada atau punggung;

- Kelelahan luar biasa;

- Tidak ada penurunan signifikan tingkat saturasi oksigen;

- Tidak mengalami kehilangan rasa atau bau;

- Tenggorokan gatal;

- Sebagian besar pasien pulih tanpa rawat inap.

Baca juga: Sebut Penularan Covid-19 Varian Omicron 5 Kali Lebih Cepat, IDI: Gejalanya Lebih Ringan

Selain seperti flu biasa, terbaru, saat ini beberapa orang yang terinfeksi Omicron mengalami gejala lainnya yakni mual dan muntah.

Seperti yang disampaikan Profesor Epidemiologi Genetik di King's College London dan salah satu pendiri ZOE, Tim Spector.

Spector menuturkan bahwa gejala ini dilaporkan oleh orang yang telah divaksinasi secara lengkap, serta beberapa yang telah menerima suntikan dosis penguat (booster).

Sebelumnya, penelitian ZOE mengungkapkan bahwa hilangnya nafsu makan menjadi salah satu gejala infeksi Omicron.

Dikutip dari laman Russia Today, Senin (27/12/2021), kesamaan gejala antara Omicron dan flu muncul di tengah laporan bahwa varian baru ini bersifat lebih menular namun secara signifikan kurang mematikan dibandingkan varian pendahulunya.

Baca juga: Covid-19 Varian Omicron di Indonesia, Begini Cara Pakai Masker yang Benar Menurut Dokter

Kendati demikian, penyebaran varian ini telah mendorong diterapkannya pengetatan pembatasan di Inggris, dan deklarasi 'insiden besar' oleh Wali Kota London Sadiq Khan.

Terlepas dari kenyataan bahwa vaksinasi tampaknya tidak efektif dalam melawan Omicron, pemerintah Inggris telah meningkatkan kampanye dosis boosternya, dengan staf NHS memberikan suntikan pada Hari Natal.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved