Biaya Resmi Urus Balik Nama Kendaraan Bermotor, Simak Besarannya

Proses balik nama kendaraan merupakan satu di antara hal penting yang perlu dilakukan ketika membeli kendaraan bekas.

(Kompas.com/Robertus Belarminus)
Loket perpanjangan STNK di Samsat Jakarta Timur. Sabtu (30/4/2016) 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Proses balik nama kendaraan merupakan satu di antara hal penting yang perlu dilakukan ketika membeli kendaraan bekas.

Sayangnya, terkadang proses ini sering disepelekan dengan alasan tak mau ribet.

Padahal nantinya jika pemilik kendaraan akan membayar pajak kendaraan, dibutuhkan syarat berupa KTP asli sesuai pemilik kendaraan yang tercantum dalam Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Ada beberapa biaya yang harus dibayarkan pada saat balik nama kendaraan bermotor.

Biaya tersebut antara lain, biaya administrasi balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), biaya admisnistrasi dan penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan BPKB.

Herlina Ayu, Humas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, mengatakan ada biaya yang harus dibayarkan pada saat balik nama kendaraan bermotor, salah satunya BBNKB.

Baca juga: Viral Video Video Mobil Terbakar saat Melintasi Banjir di Aceh, Saksi: Tiba-tiba Ada Suara Ledakan

"Biaya balik nama sendiri ada hitungannya, untuk biaya BBNKB kendaraan pertama atau baru sebesar 12,5 persen, kemudian untuk kendaraan selanjutnya atau beli bekas besarnya 1 persen dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB)," kata Herlina kepada Kompas.com belum lama ini.

Jadi, untuk besaran biaya balik nama pembelian kendaraan seken akan dikenakan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar 1 persen dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) sesuai Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta nomor 6 tahun 2019 tentang Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor.

Kemudian untuk tarif lain seperti penerbitan STNK, BPKB, dan TNKB baru diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 76 tahun 2020 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Adapun tarif PNBP yang harus dibayarkan pada saat balik nama kendaraan sesuai dengan PP Nomor 76 tahun 2020 yakni sebagai berikut:

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved