Dulu Primadona, Kini Kali Remu Kota Sorong Papua Barat Tampak Jorok dan Kotor
Kesan indah dan menjadi primadona tak selamanya melekat kepada sebuah objek wisata atau tempat rekreasi di sebuah daerah.
Penulis: Safwan Ashari | Editor: Astini Mega Sari
Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Kesan indah dan menjadi primadona tak selamanya melekat kepada sebuah objek wisata atau tempat rekreasi di sebuah daerah.
Pasalnya, jika tak dirawat dan dijaga kebersihannya, maka akan berubah menjadi kotor dan jorok.
Seperti itulah nasib Kali Remu di Kota Sorong, Papua Barat.
Sungai yang dahulunya digunakan sebagai tempat rekreasi dan memancing kini dipenuhi sampah rumah tangga.
Hal tersebut diungkapkan seorang warga Kota Sorong Eko (32), saat ditemui TribunPapuaBarat.com, di rumahnya.
Kata Eko, pada tahun 1992 hingga 1993, Kali Remu masih dijadikan tempat berenang.
"Waktu itu ketika pulang sekolah, kami di atas komplek masih bisa lihat segala macam ikan berenang di dasar kali," ujar Eko, kepada TribunPapuaBarat.com, Rabu (12/1/2022).

Baca juga: Pemkot Sorong Beri Bantuan Biaya Pendidikan Rp 1,84 Miliar untuk Mahasiswa Asal Suku Moi
Bahkan, saat buah mangga jatuh dari pohon ke kali, anak-anak di sekitar kali Remu pun bisa melihatnya di dasar sungai.
Namun, arus urbanisasi yang begitu pesat membuat sejumlah masyarakat terpaksa hidup di sekitar bantaran Kali Remu.
Ditambah lagi angka kelahiran di Sorong yang cukup tinggi, terutama warga di bantaran kali.
"Dulu kita tinggal di bantaran Kali Remu masyarakat masih belum terlalu padat sehingga masih bisa diatur," tuturnya.
Saat ini, hunian yang ada di sekitaran bantaran Kali Remu semakin padat.
"Malahan lebih fatalnya lagi jamban dari rumah warga ada yang terhubung langsung ke sungai," ucap pria asal Trenggalek Jawa Timur itu.
Harusnya, sesuai aturannya ketika ingin tinggal di bantaran kali Remu, rumah warga harus diberikan jarak.