4 Olahan Sagu di Kuliner Raja Ampat, Gani Nu hingga Habo Kon
Di Raja Ampat, Papua Barat, sagu bisa diolah menjadi makanan lain oleh masyarakat setempat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Habo-Kon-olahan-sagu-di-Kampung-Lopintol-Raja-Ampat-Papua-Barat.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Di Raja Ampat, Papua Barat, sagu bisa diolah menjadi makanan lain oleh masyarakat setempat.
Seperti kue, camilan,dan makanan ringan.
Dilansir Kompas.com, berikut empat jenis makanan tradisional berbahan dasar sagu yang dibuat oleh masyarakat Desa Lopintol, Raja Ampat:
1. Papeda
Papeda merupakan makanan berupa bubur sagu yang kaya serat.
Papeda rendah kolesterol dan bernutrisi.
Ada dua jenis sagu untuk membuat papeda, yaitu sagu basah dan sagu kering.
Sagu basah biasanya dicampur dengan air panas dan diaduk hingga kental seperti bubur.
Baik papeda dari sagu basah maupun sagu kering nikmat disantap dengan ikan kuah kuning, sayur pakis, daun melinjo dan bunga pepaya.
Keunikan terletak pada cara menikmatinya, yakni dengan cara dihisap melalui pinggiran piring sambil menyeruput kuah asam manis.
Baca juga: Berburu Oleh-oleh Khas Raja Ampat, Kunjungi Desa Wisata Arborek
2. Gani Nu (Sagu Bakar)
Gani Nu merupakan makanan ringan berbahan dasar sagu yang pembuatannya menggunakan cetakan tanah liat yang disebut aba na.
Cara membuatnya, sagu basah ditapis menggunakan saringan, kemudian dicampur dengan kelapa parut.
Setelah itu, adonan dicampur dengan gula aren.
Cara memasaknya harus menggunakan kayu bakar khusus, sehingga suhu panasnya stabil.