Jumat, 24 April 2026

Loncat dari Dermaga Dilarang bagi Pengunjung Raja Ampat, Ini Alasannya

Jangan sepelekan aturan yang berlaku bagi pengunjung yang hendak menikmati destinasi ke Raja Ampat, Papua Barat.

Tayang:
zoom-inlihat foto Loncat dari Dermaga Dilarang bagi Pengunjung Raja Ampat, Ini Alasannya
Kompas.com/Nabilla Ramadhian
Suasana Desa Wisata Arborek, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Selasa (26/10/2021). 

Ronald mengatakan, banyak terumbu karang di Desa Arborek rusak akibat ulah wisatawan sebelum pandemi Covid-19.

“Justru mereka yang bikin banyak terumbu karang rusak karena saat menyelam, banyak yang belum bisa kontrol keseimbangan,” ungkap dia.

Ronald melanjutkan, wisatawan yang snorkeling namun tidak bisa menjaga keseimbangan kerap menggunakan terumbu karang sebagai tumpuan kaki.

Hal ini membuat terumbu karang di Desa Arborek menjadi rusak setelah sebelumnya dalam keadaan sehat.

“Saat Covid, banyak terumbu karang yang tumbuh lagi. Adanya pandemi ini, plusnya ada di sisi alam. Tapi minusnya di sisi ekonomi yang menjadi minus. Tujuan kita selama Covid ini, karena tidak ada tamu, kita tanam kembali terumbu karang,” jelasnya.

Baca juga: Lokasi Wisata Menyelam Terbaik di Indonesia Versi Touropia, Papua Barat Punya Raja Ampat yang Indah

3. Dilarang Memancing di Area Tertentu

Selanjutnya, seluruh pengunjung yang ingin memancing dilarang melakukannya di area dermaga.

Aturan ini juga berlaku untuk warga setempat yang masih berprofesi sebagai nelayan.

“Siapapun tidak boleh memancing dari jembatan dermaga sampai batas yang telah ditentukan. Anak-anak pun dilarang untuk memancing,” kata Ronald.

4. Jangan Buang Sampah Sembarangan

Desa Wisata Arborek berhasil menjadi Juara 1 dalam lomba Kampung Terbersih di Papua Barat pada 2017 lalu. Pada saat itu, persiapan mengikuti lomba dilakukan selama berbulan-bulan.

Hingga saat ini, Ronald mengatakan bahwa Desa Wisata Arborek selalu dalam keadaan bersih. Hal inilah yang membuatnya mengimbau agar wisatawan tidak membuang sampah sembarangan saat berkunjung.

“Sampah juga jadi hal yang paling menantang bagi kami. Kami sendiri di sini sedang mencari bagaimana untuk mengatur sampah,” ucap Ronald.

“Untuk sementara, kami masih belum dapat jaringan bank sampah di Waisai jadi kami amankan satu area di Pulau Besar untuk pembuangan sampah,” imbuh dia.

Baca juga: Ini 8 Spot Diving Terbaik di Raja Ampat Papua Barat, Blue Magic hingga The Passage

5. Jaga Sopan Santun

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved