300 Wanita Tertipu Praktik Makan Garam dan Melati agar Cepat Hamil, Test Pack Dicelup ke Urine Lain
Sebanyak 300 orang lebih menjadi korban praktik penipuan berkedok terapi pengobatan alternatif cepat hamil di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Ketiga-pelaku-penipuan-dengan-modus-bisa-membuat-perempuan-hamil.jpg)
"Setelah dinyatakan positif hamil, para korban ini diminta untuk kontrol, tetapi tidak boleh ke tempat lain, harus di tempat praktik mereka."
"Dari sini, Teteh dan Mariah ini sudah bekerjasama dengan Dwi yang bertugas menjadi bidan."
"Namun, Dwi ini basic-nya bukan bidan melainkan perawat."
"Dwi ini nantinya yang memperkuat bila korban sudah hamil dengan cara melakukan pemeriksaan medis," ungkap Sigit.
Baca juga: Viral Video Warga Keroyok Pegawai Dinas Perhubungan di Labuan Bajo, Ini Pemicunya
Baca juga: Kronologi Oknum Polisi Pukul Wartawan saat Pertandingan Sepak Bola, Ini Kata Kapolres Sumedang
Pengakuan Pelaku
Masih dari Tribun Sumsel, Teteh mengaku tak memiliki keahlian baik dalam bidang pengobatan alternatif maupun medis.
Hal ini diungkapkan Teteh saat diamankan di Polsek Talang Kelapa Banyuasin, Selasa.
Teteh mengaku, praktik yang sudah tiga tahun berjalan itu berawal dari hanya membuka praktik urut capek.
Karena hasilnya yang tak besar, membuatnya berpikir untuk bisa mendapatkan uang yang banyak.
"Saya pernah urut perempuan, katanya setelah urut hamil. Dari situ, saya mulai bilang ke pasien kalau saya bisa pengobatan alternatif."
"Mulai banyak yang datang, jadi saya berpikir bisa meyakinkan pasien," kata Teteh.
Dari situ, Teteh mengajak Mariah untuk bergabung menjadi asistennya guna meyakinkan korban yang datang.
Berbagai bahan untuk pengobatan diserahkan kepada Mariah.
Mariah juga diminta untuk mematok harga apabila Teteh lupa meminta mahar kepada korban apabila sudah dinyatakan hamil.
"Saya meyakinkan korban, makan garam, bunga dan bawa air putih."