300 Wanita Tertipu Praktik Makan Garam dan Melati agar Cepat Hamil, Test Pack Dicelup ke Urine Lain
Sebanyak 300 orang lebih menjadi korban praktik penipuan berkedok terapi pengobatan alternatif cepat hamil di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Ketiga-pelaku-penipuan-dengan-modus-bisa-membuat-perempuan-hamil.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Sebanyak 300 orang lebih menjadi korban praktik penipuan berkedok terapi pengobatan alternatif cepat hamil di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Dikutip dari TribunSumsel.com, penipuan itu dilakukan oleh tiga perempuan masing-masing bernama Sarwati alias Teteh (50), Mariah Abdul Malik, dan Dwi Indra Nur Welly.
Mereka memiliki peran masing-masing untuk meyakinkan para korbannya.
Ketiganya telah membuka praktik pengobatan abal-abal itu selama lebih kurang tiga tahun.
Adapun lokasi yang menjadi tempat membuka praktik di Perumahan Permata Residence, Desa Pangkalan Benteng, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin.
Korban Disuruh Makan Garam dan Melati
Mengutip Tribun Sumsel, Teteh menerapi korbannya dengan cara diurut.
Hal itu disampaikan oleh Kapolsek Talang Kelapa, Kompol Sigit Agung Susilo.
"Setelah diurut, pelaku Mariah menyarankan agar korban mengonsumsi tiga butir garam dan bunga melati sebanyak tujuh buah."
"Korban juga diminta menyediakan dua botol air mineral sebagai syarat pengobatan," kata Sigit, Selasa (29/3/2022).
Baca juga: Pemilik Senjata Api Tanpa Izin Merupakan ASN, Kabag Ops Polres Manokwari: Dia Sudah di Polda
Test Pack Dicelupkan ke Urine Lain
Setelah beberapa kali melakukan terapi urut, korban dinyatakan hamil.
Untuk meyakinkan korbannya, pelaku Teteh dan Mariah melakukan tes kehamilan dengan cara mengambil urine korban.
Tes kehamilan itu tidak dilakukan langsung di hadapan korban, melainkan di kamar terpisah.
Ternyata alat tes kehamilan itu dicelupkan pelaku ke urine milik orang lain yang memang sudah hamil, sehingga hasilnya menunjukkan dua garis biru.