Perjalanan Karier Kepala Cabang PT Pelni Manokwari, Bermula dari Pekerja Harian Lepas
Berikut Perjalanan Karier Kepala Cabang Pelni Manokwari, Muhammad Jabir yang memulai karier sebagai Buruh Harian Lepas
Penulis: Kresensia Kurniawati Mala Pasa | Editor: Jefri Susetio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Kepala-Cabang-Pelni-Manokwari.jpg)
Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Kresensia Kurniawati Mala
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Kepala Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), Muhammad Jabir menceritakan ihwal memulai kariernya di perusahaan plat merah itu.
Awalnya, pada 1995 ia bekerja sebagai pekerja harian lepas di Pelni. Bahkan, ia berkali-kali ditolak masuk sebagai pegawai.
"Saya tiga kali coba lamar waktu itu tapi selalu ditolak. Karena tetap kekeh, bilang kalau tak dibayar pun tak apa, asal bisa kerja di Pelni, akhirnya saya diterima juga," kata anak seorang petani itu kepada TribunPapuaBarat.com, Kamis (23/6/2022).
Baca juga: Paulus Waterpauw akan Hadiri Acara Launching TribunPapuaBarat.com di Manokwari
Baca juga: Cerita Paskali Baronama, Guru Pedalaman Papua Barat, Jalan Kaki Dua Hari Dua Malam Menuju Sekolah
Pria kelahiran Bugis, 17 Februari 1969 ini mengisahkan jatuh hati untuk bekerja di Pelni tatkala mengurus proyek pengaspalan jalan di Biak, Papua.
Kala itu, ia bekerja di PT Tuju Wali-wali. Selama bekerja di perusahaan kontraktor itu saban hari berurusan dengan Pelni.
"Waktu kecil tahunya Pelni itu kapal berlayar, ternyata Pelni tidak hanya tentang itu. Ada untuk bongkar-muat barang juga, kapal Ro-Ro, kapal perintis, dan lain-lain" ujarnya.
Keseriusannya untuk bekerja di Pelni diperlihatkan mengikuti tes masuk di Pelni pada 1999. Tahapan tes sangat berat selayaknya tes masuk tentara.
"Waktu itu tes masuk BUMN juga seperti tes militer. Kita tes fisik, psikotest, dan lain-lain. Alhamdulillah akhirnya saya dinyatakan lolos," katanya.
Dia bilang, kunci sukses bisa menduduki sebagai kepala cabang adalah mencintai pekerjaan. Apalagi, didukung adanya performa kerja yang baik.
Setelah berhasil menorehkan prestasi kerja, ia mendapat promosikan sebagai Kepala Cabang Pelni Kabupaten Toli-toli, Sulawesi Tengah.
Kemudian pada 2019 hingga awal 2022, ia diangkat sebagai kepala cabang kantor Pelni di Kalimantan Tengah.
"Menjadi seorang pemimpin harus memberikan teladan. Sebelum pegawai yang lain datang kantor, saya sudah duluan di kantor," ujarnya.
Baca juga: Menunggak Satu Bulan, PLN Segel Kantor Disdukcapil Kota Sorong, Pelayanan Masyarakat Terganggu
Baca juga: Jaringan Komunikasi Masih Mahal di Manokwari Selatan, 22 BTS Non 3T akan Dibangun
Waktu Kecil Bercita-cita Jadi TNI
Alumnus S2 Manajemen Pemasaran dari Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Makassar ini, mengungkapkan cita-cita masa kecilnya adalah menjadi prajurit TNI.
Untuk wujudkan cita-cita itu, ia mengikuti tes masuk Akademi Militer (Akmil) selama dia tahun berturut-turut yakni pada 1988, 1989 dan 1990.
"Tahun 1990, saya tes kali ketiga. Tapi gagal lagi, akhirnya saya menyerah dengan mimpi jadi TNI," ungkap ayah empat orang anak itu.
(*)