Idul Adha 2022
Masjid Ridwanul Bahri Kurban 23 Sapi, Daging Diberikan kepada Umat Islam dan Non Muslim
Masjid Ridwanul Bahri kurban 23 sapi sehingga menjadi masjid dengan hewan kurban di Manokwari
Penulis: Kresensia Kurniawati Mala Pasa | Editor: Jefri Susetio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/kurban-di-Masjid-Ridwanul-Bahri.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Pengurus Masjid Ridwanul Bahri, Muhammad Taufik mengatakan, Idul Adha 1443 H masjid kurban 23 ekor sapi.
"Hari ini kita sembelih 19 ekor sapi. Ada 4 ekor yang sudah dikurbankan ke beberapa masjid kemarin," kata Muhammad Taufik kepada TribunPapuaBarat.com, Minggu (10/7/2022).
Berdasarkan data pengumpulan hewan kurban yang diberikan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Manokwari, jumlah hewan kurban di Masjid Ridwanul Bahri terbanyak di Manokwari.
Baca juga: INILAH Jumlah Hewan Kurban Bupati Manokwari dan Pj Gubernur Papua Barat
Baca juga: Idul Adha 1443 H, Warga Transmigran di Manokwari Gotong Royong Sembelih Hewan Kurban
Ia menjelaskan, Bupati Kaimana, Freddy Thie kurban satu ekor sapi. Kemudian, Pj Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw juga kurban satu ekor sapi.
"Kurban dari Pak Paulus diserahkan Asisten-1 Bidang Pemerintaham Sekretariat Daerah Provinsi Papua Barat, Robert Rumbekwan," ujarnya.
Kemudian, Bupati Manokwari, Hermous Idou kurban satu sapi. Selain itu, banyak jemaah masjid yang kurban tahun ini.
"Alhamdulillah tadi pagi sekitar 6.000-an jemaat ikut salat di masjid ini," katanya.
Menurutnya, ada beberapa alasan yang melatarbelakangi banyak kurban tahun ini. Seperti bangunan masjid yang megah di jantung Kota Manokwari.
Selanjutnya, masjid yang aman membuat banyak orang terpikat untuk beribadah dan berkurban di Majsid Ridwanul Bahri.
Masjid Ridwanul Bahri berlokasi di depan Fasharkan TNI AL Manokwari di Jalan Toba Sanggeng, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
Dibagi untuk Umat Muslim dan Non-Muslim
Muhammad Taufik mengatakan, setiap hewan kurban yang sudah disembelih diperiksa postmortem. Bila daging sehat maka dibagikan ke masyarakat dan jemaah masjid.
"Tiap tahun akan kita bagi bukan hanya untuk para jemaah. Tapi, umat Nasrani di sekitar wilayah masjid," ujarnya.
Dia bilang tindakan berbagi ini merupakan cermin kerukunan umat beragama yang indah di tanah Papua Barat.
Baca juga: Daging Sapi Kurban Presiden Diberikan untuk Warga tak Mampu, Penjelasan Masjid Agung Al Akbar Sorong
Baca juga: Ratusan Umat Muslim Ikut Salat Idul Adha 1443 H di Lapangan Mako Brimob Manokwari
Memaknai hari raya Idul Adha, lanjut Taufik, dimensi dengan Yang Maha Kuasa dan dimensi sosial.
Mengurbankan sesuatu yang dicintai untuk Yang Maha Kuasa adalah salah satu bentuk ketakwaan kepadaNya.
"Dengan tindakan berbagi ini, Insya Allah menciptakan kedamaian di lingkungan sosial masyarakat," ungkapnya.
(*)