Kisah Para Guru MAN Kota Sorong, Menabung Setahun Demi Bisa Kurban Idul Adha

Para guru yang mengajar di MAN Sorong menambung selama setahun untuk bisa kurban Idul Adha, begini kisahnya

Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Jefri Susetio
Tribun PapuaBarat.com
GURU: Kepala Sekolah MAN Kota Sorong menyebut guru di Sekolah yang dipimpinnya relah menabung selama satu tahun untuk berkurban di hari raya Idul Adha 1443 hijriah. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG – Guru di Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN), Kota Sorong menabung selama satu tahun untuk berkurban di hari raya Idul Adha 1443 hijriah.

Tabungan para guru ini berasal dari potongan gaji perbulan sebesar Rp 200 ribu.

“Masing-masing nabung. Selama setahun terkumpul Rp. 2,4 juta,” ujar Kepala Sekolah MAN Kota Sorong, Slamet Widodo kepada TribunPapuaBarat.com Senin (11/7/2022).

Slamet menambahkan, hasil tabungan para guru kemudian dibeli sapi kurban sebanyak tiga ekor.

Baca juga: Tahun Ajaran Baru di Manokwari, Berkah Bagi Penjual Seragam Sekolah di Pasar Sanggeng

Baca juga: Targetkan Menang Pemilu 2024, Dominggus Mandacan: Kami akan Pegang Palu di DPR Papua Barat

Tiga ekor sapi kurban dipotong untuk dibagikan kepada seluruh dewan guru, tenaga kependidikan dan tetangga MAN Kota Sorong.

“Daging kurban ini juga dibagikan kepada siswa. Ada 60 siswa perwakilan kelas yang mendapat bagian daging kurban ini,” katanya.

Lebih lanjut, ia bilang daging kurban juga diberikan kepada guru-guru yang sudah pensiun.

Beberapa orangtua siswa juga dilibatkan dalam pembagian daging kurban tersebut.

“Semua mitra kerja juga kami berikan. Memang terbatas tapi setidaknya bermanfaat,” tutupnya.

MAN Kota Sorong berada di pusat Kota tepatnya di jl. Basuki Rahmat, Kelurahan Remu Selatan, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Papua Barat.

Total siswa di sekolah ini 813 orang. Laki-laki 306 dan peremuan 507.

(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved