Kamis, 9 April 2026

Harga 'Permennya' Orang Papua, Digandrungi Anak Muda hingga Orangtua

Bilang berkunjung ke Kota Manokwari jangan heran bila banyak pedagang pinang di setiap sudut kota. Pinang merupakan makanan populer di Papua

Tayang:
Penulis: redaksi | Editor: Jefri Susetio
zoom-inlihat foto Harga 'Permennya' Orang Papua, Digandrungi Anak Muda hingga Orangtua
TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun
Kondisi Mama-mama Papua yang berjualan pinang di depan jalan Yos Sudarso, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Kamis (9/6/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI- Buah pinang tidak hanya identik dengan kehidupan orangtua. Tetapi, tidak sedikit anak muda di Manokwari, Papua Barat gemar mengunyahnya.

Bahkan, banyak di antara wisatawan penasaran dengan rasa buah pinang atau yang sering disebut 'permennya' orang Papua.

Bagi masyarakat Papua khususnya Papua Barat tradisi menikmati pinang sudah turut temurun. Karena itu, tidak sedikit ditemui anak usia lima tahun sudah menginang (menikmati pinang).

"Buah pinang dijual setumpuk biasanya berkisar Rp 5000 hingga Rp 20 ribu," ujar pedagang pinang, Frederika Mandacan kepada TribunPapuaBarat.com, Minggu (17/7/2022).

Baca juga: Sosok Brigadir J Korban Penembakan Sesama Polisi Diungkap Guru SMA: Anak Andalan Saya Yosua

Baca juga: Beberapa Rumah Hancur Diterjang Banjir Rob di Fakfak, BPBD Papua Barat Minta Laporan dari Daerah

Frederika Mandacan menjelaskan, pinang diyakini menjaga kesehatan gusi dan gigi. Dan, sebagai lambang keakraban dan persaudaraan warga Papua.

Jadi, tidak heran pedagang pinang menjamur diberbagai lokasi di Manokwari.

"Saat konsumsi buah pinang tanpa sirih dan kapur rasanya akan pahit. Namun, dalam keseharian, orang-orang konsumsi pinang dipadukan dengan sirih dan kapur," katanya.

PINANG 24 JAM - Enco Kadam (50 tahun), tengah menjajakan buah pinang di lapak depan Pelabuhan Pelni Manokwari, Jl Banjarmasin, Distrik Manokwari Timur, Papua Barat, Jumat (17/6/2022). Enco adalah salah satu pedagang pinang 24 jam di ibu kota provinsi ini.
PINANG 24 JAM - Enco Kadam (50 tahun), tengah menjajakan buah pinang di lapak depan Pelabuhan Pelni Manokwari, Jl Banjarmasin, Distrik Manokwari Timur, Papua Barat, Jumat (17/6/2022). Enco adalah salah satu pedagang pinang 24 jam di ibu kota provinsi ini. (TribunPapuaBarat.com/Wati Kurniawati)

Kapur dibuat dari kulit kerang dan atau karang laut yang dibakar lalu dihaluskan dan ditapis. Hasil bubuk lembut itu biasa disebut kapur.

Adapun cara makan pinang, kata dia, kupas kulit bagian luar pinang yang tekstur lembut, sisakan serat putih bagian dalam yang kasar.

Lalu, kunyah buah pinang hingga seratnya putihnya melembek, jangan menelan air pinang karena bisa menyebabkan pusing kepala.

Selanjutnya, celup sirih dikapur dan kunyah secara bersamaan dengan pinang. Cukup tiga sampai empat celupan, pinang akan berubah warna menjadi merah.

Rasa pahit dari pinang akan hilang. Pinang akan lebih gurih dan kental saat dikunyah.

"Umumnya, bagi yang belum terbiasa makan pinang akan merasa pusing dan berkeringat," ujarnya Mama Frederica Mandacan.

Baca juga: Demi Sekolahkan 7 Anak, Enco Kadam Jual Pinang 24 Jam di Manokwari

Baca juga: Satgas Pinang Sirih Kuasai Markas KKB di Puncak Papua, Diawali Patroli Drone hingga Sita Senjata M16

Hasil Pohon Miliknya.

Frederika Mandacan menyampaikan, pinang yang ia jual merupakan hasil pohon miliknya. Sedari dulu, ia menanam pinang di pelataran rumah.

Akan tetapi, bila persediaan pinang dari pelataran rumah tidak mencukupi, ia baru beli di pasar.

Kondisi Mama-mama Papua yang berjualan pinang di depan jalan Yos Sudarso, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Kamis (9/6/2022).
Kondisi Mama-mama Papua yang berjualan pinang di depan jalan Yos Sudarso, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Kamis (9/6/2022). (TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun)

"Harga siri perkillo kadang naik-turun, untuk saat ini satu kilo berkisar Rp 60 ribu dan kapur perbotol berkisar Rp 10-30 ribu," katanya.

Penghasilan Mama Frederika Mandacan dari berjualan pinang mencapai Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu. Ia biasa berjualan dari pukul 10.00 WIT hingga pukul 19.00 WIT.

"Setiap hari minggu Mama tidak jualan," ungkapnya.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved