BKKBN Bentuk Ribuan Tim Pendamping Keluarga di Papua Barat, Segera Dampingi Keluarga Stunting

BKKBN Bentuk Ribuan Tim Pendamping Keluarga di Papua Barat, Segera Dampingi Keluarga Stunting

Tribun PapuaBarat.com
PENANDATANGANAN STUNTING: Kepala BKKBN Papua Barat, Philmona Maria Yorollo saat ditemui di ruang kerjanya. Foto: TribunPapuaBarat.com/F. Weking 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Perwakilan Papua Barat berupaya agar penanganan stunting bisa maksimal. Satu di antaranya dengan membentuk tim pendamping keluarga.

"Jumlah anggotanya mencapai 1837 orang. Tim ini sudah terbentuk di 12 kabupaten dan satu kota," ujar Kepala BKKBN Papua Barat, Philmona Maria Yorollo saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (25/7/2022).

Dia menjelaskan, pembentukan tim pendamping keluarga merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 72 tentang Percepatan Penanganan Stunting.

Baca juga: Banjir Sorong Akibatkan Kendaraan Pengandara Mogok: Sa Terpaksa Dorong Saja

Baca juga: Banjir tak Kunjung Surut, Warga Kota Sorong Disarankan Pakai Jalur Alternatif KM 12 dan Arteri

Satu tim terdiri dari tiga orang kader PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga), satu bidan dan satu kader internal BKKBN.

Selain itu, kata dia, tim berperan dalam memberikan edukasi, sosialisasi sekaligus pendampingan terhadap calon pengantin, ibu menyusui. Dan, ibu setelah melahirkan.

Kemudian, bayi lima tahun pada masing-masing wilayah kerja.

"Tim tersebar di seluruh kelurahan hingga desa di Papua Barat," katanya.

Ia menambahkan, tim pendamping keluarga akan dibantu Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Stunting yang rencananya dibentuk dalam waktu dekat.

Adapun jumlah satgas itu ada 13 orang yang ditempatkan di seluruh kabupaten/kota.

"Jadi setiap kabupaten dan kota ada satu satgas. Hari ini kita baru pertemuan untuk bentuk," ujar Philmona.

Selain itu, BKKBN Papua Barat meluncurkan program dapur sehat atasi masalah stunting.

Program tersebut sudah diterapkan pada 10 kampung di Kabupaten Sorong, beberapa waktu lalu.

"Sasaran dari program ini sebanyak 400 keluarga berencana," ucapnya.

Baca juga: Banjir tak Kunjung Surut, Warga Kota Sorong Disarankan Pakai Jalur Alternatif KM 12 dan Arteri

Baca juga: Dugaan Korupsi Pengadaan Tiang Pancang di Teluk Wondoma Diserahkan ke Kejati Papua Barat

Menurut dia, upaya menekan prevalensi stunting di Papua Barat memerlukan kolaborasi lintas sektor baik stakeholder pemerintah maupun lembaga pendidikan tinggi.

Oleh sebabnya, BKKBN melakukan penandatanganan dengan sejumlah universitas di Papua Barat.

Meliputi Universitas Papua (UNIPA) Manokwari, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Sorong, Universitas Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong.

(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved