Jumat, 15 Mei 2026

Perjalanan Hidup Sakarias Dowansiba, 7 Hari 7 Malam Jalan Kaki dari Pegaf Menuju Manokwari

Perjalanan Hidup Sakarias Dowansiba, 7 Hari 7 Malam Jalan Kaki dari Pegaf Menuju Manokwari

Tayang:
Editor: Jefri Susetio
zoom-inlihat foto Perjalanan Hidup Sakarias Dowansiba, 7 Hari 7 Malam Jalan Kaki dari Pegaf Menuju Manokwari
Tribun PapuaBarat.com
Kepala Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari, Sakarias Dowansiba 

TRIBUNPAPUABARAT.COM- "Kalian harus keluar, supaya bisa lihat terang," kata Sakarias Dowansiba, Kepala Distrik Manokwari Utara, Manokwari, Papua Barat menirukan perkataan orangtuanya tatkala ia ingin masuk sekolah dasar (SD).

Meski orangtua Sakarias Dowansiba hanya seorang petani miskin di Pegunungan Arfak tetapi hasrat untuk sekolahkan anaknya tinggi.

Karena itu, ia dibawa orangtuanya berjalan kaki selama tujuh hari agar bisa mengenyam pendidikan sekolah dasar (SD).

Sakarias lahir di Kampung Yoom, Pegunungan Arfak (Pegaf). Di kampung itu, tidak ada setrum listrik. Bahkan, sekolah juga tidak ada.

Baca juga: Pedagang Bubur Sepuh Bisa Umroh Setelah 15 Tahun Menabung: Saya Mau Pensiun Penglihatan Terganggu

Baca juga: Kisah Pedagang Sirih Pinang di Pasar Sanggeng Manokwari yang Berhasil Kuliahkan Anaknya hingga PNS

Demi sekolah ia terpaksa harus meninggalkan kampung kelahirannya. Ia bersama orangtuanya jalan kaki selama satu minggu ke Manokwari.

"Satu minggu saya jalan kaki. Waktu itu, saya belum masuk sekolah. Kami jalan dari Kampung Yoom Pegaf menuju Kampung Lebau Manokwari," ujarnya sembari meneteskan air mata tatkala menceritakan masa lalunya.

Setiba di Kampung Lebau, Manokwari Utara, ia baru masuk sekolah dasar. Ia bisa sekolah sebagaimana anak seusianya.

Kala itu, guru yang menentukan umur dan kelas untuk para muridnya.

"Pak guru suruh tangan kanan pegang telinga kiri lewat atas kepala," katanya.

Ia menyelesaikan pendidikan sekolah dasar (SD) Inpres 20 Nuni, Kampung Yoom, Distrik Manokwari Utara. Sekolah itu tidak jauh dari kediamannya.

"Saya tinggal di Kampung Lebau Manokwari. Jadi kampung tempat saya sekolah dengan lokasi sekolah bersebelahan," ujarnya.

Anak Petani Miskin

Sakarias Dowansiba, Kepala Distrik Manokwari Utara lahir di Kampung Yoom, Pegunungan Arfak (Pegaf) pada 20 Maret 1975.

Ia merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara dari pasangan Petrus Dowansiba dan Dorkas Dowansiba.

Perkawinan sesama warga di Kampung Yoom, Pegunungan Arfak bisa disahkan secara adat.

Kedua orangtuanya hanya petani di Pegunungan Arfak. Tapi, ayah dan ibunya pengin anak-anaknya bisa keluar kampung untuk sekolah.

Orangtua Sakarias pengin anak-anak bisa memperoleh pendidikan yang baik.

"Karna tidak ada mobil, kami jalan kaki satu minggu baru tiba di Lebau," ucap Sakarias saat cerita sekelumit kisah hidupnya.

Baca juga: Kota Sorong Jadi Langganan Banjir, Kadis PPLH Beberkan Faktor Penyebabnya

Baca juga: Pemprov Papua Barat Sudah Usulkan 9 Nama Calon Pejabat Bupati/Wali Kota ke Kemendagri

Setamat sekolah dasar (SD), Sakarias tinggal di rumah kakak tertuanya di Amban, Manokwari. Ketika SMP dan SMA, ia menumpang di rumah kakaknya.

Pada saat itu, keadaan rumah tidak nyaman untuk belajar dan tidur. Tetapi, ia tetap pengin bisa bersekolah sebagaimana keinginan orangtuanya.

Tidak hanya itu, setiap akhir pekan ia pulang ke rumah orangtuanya di Kampung Lebau, Distrik Manokwari Utara. Dan, kembali ke kota pada senin pagi.

"Sebelum matahari keluar, sa (saya) sudah jalan kaki," katanya.

Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, ia kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cendrawasih.

"Saya mengikuti kuliah jarak jauh karena saat itu situasi politik dan keamanan tidak stabil. Kuliah jarak jauh ini saya manfaatkan menjadi ajudan anggita DPRD Manokwari," ujarnya.

Gaji yang diterimanya menjadi ajudan anggota DPRD Manokwari berkisar Rp 700 ribu. Gaji itu untuk biaya kuliah.

Namun, ia terpaksa kehilangan pekerjaan saat anggota dewan itu tidak lagi menjabat. Jadi, ia mencoba melamar sebagai CPNS pada 2006.

"Dan, lulus sebagai PNS. Selanjutnya saya diangkat sebagai Sekretaris Distrik Manokwari Utara dan pada 2020 saya dilantik sebagai kepala distrik (camat)" ungkapnya.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved