Banjir Sorong
Banjir dan Longsor di Sorong Tewaskan 3 Jiwa, 500 Warga Terdampak
BPBD Kota Sorong, Papua Barat, menyebut jumlah korban terdampak bencana banjir dan longsor kini mencapai 500 orang.
Penulis: Safwan Ashari | Editor: Roifah Dzatu Azmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Seorang-warga-dievakuasi-dari-Komplek-Melati-Raya-karena-banjir-mulai-tinggi.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong, Papua Barat, menyebut jumlah korban terdampak bencana banjir dan longsor kini mencapai 500 orang.
Berdasarkan pantauan TribunPapuaBarat.com pada pukul 07.00 WIT, Rabu (24/8/2022), air banjir masih menggenangi di sejumalah wilayah di Sorong.
Kondisi ini telah terjadi sejak Selasa (23/8/2022), pukul 05.00 WIT.
Kepala BPBD Kota Sorong Herlin Sasabone mengatakan, untuk titik lokasi banjier tersebar hampir merata di seluruh Kota Sorong.
Rata-rata ketinggian air berada dikisaran 129 centimeter tersebar di sembilan lokasi di Kota Sorong.
Baca juga: Penampakan Sekolah yang Terendam Banjir di Kota Sorong, Semua Buku Pelajaran Rusak
"Laporan sementara yang telah kami terima korban terdampak banjir sekira 500 jiwa," ujar Herlin, kepada sejumlah awak media, Rabu (24/8/2022).
Selain itu, untuk korban longsor yang tewas berjumlah tiga jiwa (satu persatu dan dua laki-laki).
Sementara, korban luka-luka akibat banjir dan longsor sebanyak 10 orang.
"Kalau bangunan yang mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor ada tiga unit rusak berat dan sedang tiga unit," tuturnya.
Ia berujar, hingga kini pihaknya telah melakukan upaya penanganan seperti status tanggap darurat hingga pembuatan posko komando.
"Kami mendapatkan laporan sampai saat ini ada lima posko yang telah dibangun di Kota Sorong," ucap Herlin.
Untuk posko berada di SMP Muhammadiyah Kilometer 10, Kelurahan Kladufu, Klasabi, Jalan Arteri dan Belakang Mega Mall.
"Kami juga sudah membuka dapur umum kepada korban bencana seperti Masjid At Taubah Malanu, SMP Muhammadiyah, Kilometer 7, Kelurahan Klasabi dan Kladufu," pungkasnya.
(TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari)