Banjir Sorong

Robert Kardinal Bilang Reklamasi Tembok Berlin Jadi Biang Kerok Banjir Kota Sorong

Robert Kardinal Bilang Reklamasi Tembok Berlin Jadi Biang Kerok Banjir Kota Sorong, Berikut Penjelasan Detailnya

Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Jefri Susetio
TRIBUNPAPUABARAT.COM/Petrus Bolly Lamak
IBU KOTA - Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Robert Joppy Kardinal menyarankan Kabupaten Sorong sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat Daya. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Robert Joppy Kardinal mengkritik persoalan banjir di kota Sorong, Papua Barat.

Menurut Robert, masalah banjir di kota minyak itu seharusnya menjadi solusi bersama.

"Bencana sudah terjadi, jangan saling persalahkan. Tapi harus mencari solusi tepat agar banjir tidak terjadi lagi," katanya kepada TribunPapuaBarat.com Sabtu (10/9/2022).

Baca juga: Soal Calon Ibu Kota Papua Barat Daya, Robert Kardinal: Kabupaten Sorong Layak

Baca juga: Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah se-Papua Barat Gelar Mimbar Bebas: Angkat Isu Mutilasi

Pria kelahiran Pulau Dom itu mengatakan, persoalan banjir di Kota Sorong disebabkan karena saluran menuju ke laut tertutup.

"Saya lahir besar di Dom, saya bukan pendatang. Dulu di SMK itu tidak pernah banjir dan di situ ada got besar. Tapi sekarang tidak ada," ujarnya.

Menurut dia, satu-satunya solusi agar banjir tidak terjadi yakni pembongkaran saluran air.

Dan, pembangunan di kota ini banyak yang tidak sesuai dengan IMB. Penjabat Wali Kota perlu ambil langkah bijak agar persoalan banjir bisa teratasi.

"Rumah sakit depan tembok Berlin itu dari zaman Belanda tidak pernah banjir. Baru kemarin banjir masuk. Banjir itu Dampak banyak pembangunan di sekitar, salah satunya reklamasi," jelas Robert.

Ia, bahkan menceritakan semasa masih kecilnya di Kota Sorong. Dulu, kali Remu masih menjadi akses lalu lintas dari Pulau Dom. Sekarang sudah tidak bisa.

"Dulu saya dengan perahu dari Dom ke kali Remu, kemudian belanja di toko Thio," ungkap dia.

Baca juga: Pemkab Manokwari Bangun Puskesmas Prafi, Dekatkan Pelayanan Kesehatan dengan Masyarakat

Baca juga: Bupati Manokwari Sediakan Lahan untuk Pembangunan Lapas Manokwari, Lokasinya di Kampung Wasai

Ia berujar, banjir yang belakangan ini kerap terjadi di Kota Sorong diakibatkan reklamasi di Tembok Berlin.

Karena, reklamasi itu terkesan dipaksakan dengan amdal yang kurang jelas pemaparannya.

“Saya dari dulu adalah orang yang tidak setuju dengan adanya reklamasi ini. Tapi karena semuanya sudah terjadi mau tidak mau pemerintah daerah harus segera buka jalur supaya air-air ini bisa ke laut. Kalau bisa drainase-drainase yang sudah ada juga diperhatikan dan dibersihkan,” ungkapnya.

(*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved