Berita Manokwari

Cara Komunitas Ketapang Kwawi Melestarikan Penyu di Manokwari

Cara Komunitas Ketapang Kwawi Melestarikan Penyu di Manokwari, Mereka sosialisasi lingkungan di Kampung Bremi, Distrik Manokwari Utara

Penulis: Marvin Raubaba | Editor: Jefri Susetio
TRIBUNPAPUABARAT.COM//Marvin Raubaba
JAGA TERUMBU KARANG - Ketua Komunitas Ketapang Dive Kwawi, Alexander Sitanal Membeberkan Program kerja komunitas. Seperti pelestarian penyu dan menanam terumbu karang, Senin (12/9/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Komunitas Ketapang Dive Kwawi kerap memberikan edukasi kepada warga untuk menjaga kelestarian penyu.

Seperti bekalangan ini, mereka sosialisasi lingkungan di Kampung Bremi, Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat.

Ketua Komunitas Ketapang Dive Kwawi, Alexander Sitanal mengatakan, satu lokasi yang sering didatangi penyu untuk bertelur di Kampung Bremi.

Sehingga, edukasi yang diberikan bertujuan agar masyarakat tidak lagi konsumsi daging serta telur penyu demi menjaga kelestariannya.

Baca juga: Wakil Jaksa Agung Berkunjung ke Manokwari, Sosialisasi Reformasi Birokrasi di Kejati Papua Barat

Baca juga: SAKSIKAN Konser Perdana Papua Traditional Music Community di Manokwari, Kejayaan Musik Papua

"Dan itu berhasil. Kami sekarang sudah punya dua keluarga di daerah Pantura yang melindungi penyu," katanya saat berbincang dengan TribunPapuaBarat.com, Rabu (14/9/2022).

Ia menambahkan, setiap masyarakat di Kampung Bremi yang dapat penyu atau telurnya langsung menghubungi Alex untuk membelinya.

Setelah dibeli, telur penyu akan ditempatkan pada penangkaran milik warga sekitar Kampung Bremi untuk menunggu waktu penetasan.

Jadi, Komunitas Ketapang Dive Kwawi bisa langsung melepas bibit penyu ke laut.

Maka dari itu, secara tidak langsung bisa meningkatkan ekonomi bagi masyarakat.

Baca juga: Pemusik Tradisional Papua Gaungkan Musik Lokal, Punya Mimpi ke Tingkat Internasional

Baca juga: Belanja Masalah, BPJS Kesehatan Sebut Masalah Utama Kekosongan Obat di Faskes Kota Sorong

"Kami lakukan itu karena sampai saat ini belum ada perhatian dari pemerintah. Padahal itu tupoksinya mereka untuk melindungi hewan-hewan tersebut," ujarnya.

Hingga saat ini terhidung sudah ada 500 lebih bibit penyu yang dilepas ke laut.

Ada tiga jenis penyu berkembang biak di kawasan Manokwari, penyu hijau, penyu Sisik dan penyu Belimbing.

(*)

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved