Tarif Ojek Naik di Manokwari, Kadis DPKP: Pemkab Sedang Rancang Peraturan Bupati

Menurutnya, tarif ojek sudah pernah dibahas bersama satu bulan lalu dan sebagai tindak lanjut akan ada dalam regulasi peraturan Bupati Manokwari.

Penulis: Infak Insaswar Mayor | Editor: Tarsisius M
TRIBUNPAPUABARAT.COM/Infak Insaswar Mayor
Tarif Ojek : Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan (DPKP) Kabupaten Manokwari, Yosep Mandacan, saat dimintai keterangan mengenai surat edaran tarif ojek, Jumat (23/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribunpapuabarat.com Infak Insaswar Mayor 

TRIBUNPAPUABARAT.COM MANOKWARI- Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan (DPKP) Kabupaten Manokwari, Yosep Mandacan, membenarkan adanya surat edaran soal kenaikan tarif ojek di wilayah perkotaan.

"Iya saya sudah baca, banyak beredar," ucap Yosep Mandacan belum lama ini.

Surat edaran tersebut menyikapi kenaikan harga BBM. Tarif ojek dalam kota, jauh atau dekat, naik dari Rp 5 ribu menjadi Rp 10 ribu.

Surat yang beredar, ucap Yosep Mandacan, belum diketahui secara resmi oleh pemerintah daerah. 

Padahal, dalam surat tersebut tercantum Peraturan Bupati Nomor 48 Tahun 2007 tentang Pejasa Roda Dua (Ojek) di Manokwari.

Menurutnya, tarif ojek sudah pernah dibahas bersama satu bulan lalu dan sebagai tindak lanjut akan ada dalam peraturan Bupati Manokwari.

Baca juga: Tarif Ojek Dalam Kota Manokwari Naik Dua Kali Lipat, Perprama Minta Pengertian Penumpang

"Aturan Bupati sementara, sedang dikerjakan oleh bagian hukum," jelasnya.

Regulasi itu akan mengatur pengawasan dan pengendalian tarif ojek.

Isi regulasi mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepada Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat. 
 
Jika disesuaikan per kilometer, ucapnya, kenaikan tarif ojek dari harga berkisar Rp 2 ribu hingga Rp 3 ribu.

Menurutnya, akan ada negosiasi surat edaran soal tarif jarah jauh dan dekat dalam kota sambil peraturan Bupati Manokwari.

Untuk sementara, tarif ojek sesuai kesepakatan pengemudi ojek dan penumpang saat bertransaksi, yang merugikan jasa ojek maupun penumpang. 


 

 

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved