Senin, 27 April 2026

Realisasi Ekspor Papua Barat Periode Agustus Naik Tipis, tapi Non Migas Turun Drastis

"(ekspor) Migasnya meningkat tapi non migas justru minus," ujar Kepala BPS Papua Barat, Maritje Pattiwaellapia

Tayang:
zoom-inlihat foto Realisasi Ekspor Papua Barat Periode Agustus Naik Tipis, tapi Non Migas Turun Drastis
TRIBUNPAPUABARAT.COM/F. WEKING
REALISASI EKSPOR - Kepala BPS Papua Barat, Maritje Pattiwaellapia, saat ditemui awak media di Manokwari, Rabu (5/10/2022). Ia mengatakan realisasi nilai ekspor Provinsi Papua Barat selama periode Agustus 2022 sebesar 268,28 juta dolar Amerika Serikat. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Badan Pusat Statistik mencatat realisasi nilai ekspor Provinsi Papua Barat selama periode Agustus 2022 sebesar 268,28 juta dolar Amerika Serikat.

Kepala BPS Papua Barat, Maritje Pattiwaellapia, mengatakan kinerja ekspor mengalami pertumbuhan 0,74 persen (mtm) jika dibandingkan dengan periode Juli 2022 yaitu 266,31 juta dolar Amerika Serikat.

Secara tahunan, peningkatan nilai ekspor mencapai 55,73 persen (yoy) bila dibandingkan periode Agustus 2021 yang hanya 172,27 juta dolar Amerika Serikat.

"Kinerja ekspor Papua Barat tumbuh positif baik secara bulanan maupun tahunan," ucap Maritje Pattiwaellapia di Manokwari, Rabu (5/10/2022).

Menurutnya, peningkatan nilai ekspor ditopang oleh kinerja positif sektor minyak dan gas (migas) selama Agustus 2022.

Ekspor komoditas migas naik 1,14 persen yaitu dari 262,61 juta dolar Amerika Serikat pada Juli 2022 menjadi 265,61 juta dolar Amerika Serikat.

Baca juga: Realisasi Ekspor Papua Barat Turun, BPS Paparkan Penyebabnya

Maritje melanjutkan ekspor non migas turun 27,79 persen menjadi 1,03 juta dolar Amerika Serikat atau lebih rendah dari periode Juli 2022 yakni 2,67 juta dolar Amerika Serikat.

"Migasnya meningkat tapi non migas justru minus," ucap Maritje Pattiwaellapia.

Total, ucapnya, kontribusi migas terhadap total ekspor Papua Barat periode Agustus 2022 sebanyak 99 persen.

"Sedangkan non migas hanya memberikan andil 1 persen terhadap total ekspor," kata Maritje Pattiwaellapia.

Ia menuturkan, ada tiga negara tujuan ekspor terbesar Papua Barat yaitu Tiongkok dengan nilai 177,19 juta dolar Amerika Serikat (66,05 persen), Korea Selatan 70,34 juta dolar Amerika Serikat (26,22 persen), dan Meksiko 18,25 juta dolar Amerika Serikat (6,80 persen).

"92,80 persen tujuan ekspor Papua Barat adalah negara-negara di Benua Asia," ujar Maritje Pattiwaellapia.

Baca juga: Realisasi Ekspor Papua Barat Turun, BPS Paparkan Penyebabnya

Selain tiga negara tersebut, ekspor Papua Barat juga menyasar ke sejumlah negara lainnya seperti Amerika Serikat, Papua Nugini, Iran, Singapura, Arab Saudi, Australia dan lainnya.

Aktivitas ekspor Papua Barat dilakukan melalui lima pelabuhan laut dan dua bandar udara.

Meliputi Pelabuhan Teluk Bintuni sebanyak 99 persen atau setara 265,61 juta dolar Amerika Serikat, Pelabuhan Manokwari 0,22 persen atau 0,60 juta dolar Amerika Serikat, Pelabuhan Tanjung Priok 0,29 persen atau 0,79 juta dolar Amerika Serikat, dan Pelabuhan Tanjung Perak 0,19 persen atau 0,50 juta dolar Amerika Serikat.

"Ekspor juga dilakukan melalui Bandara Sorong senilai 0,19 juta dolar Amerika Serikat dan Bandara Soekarno Hatta," kata Maritje Pattiwaellapia. (*)

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved