Berita Papua Barat
Paulus Waterpauw 'Warning' Pimpinan OPD yang Tak Loyal Akan Dicopot
Paulus Waterpauw 'Warning' Pimpinan OPD yang Tak Loyal Akan Dicopot Apabila tugas dan tanggung jawab yang diemban tidak berjalan sesuai ekspektasi
Penulis: Elias Andi Ponganan | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/WARNING.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw memberi peringatan atau 'warning' agar seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup pemerintah provinsi bekerja maksimal.
Apabila tugas dan tanggung jawab yang diemban tidak berjalan sesuai ekspektasi, konsekuensinya adalah pencopotan.
"Loyalitas itu tegak lurus. Kalau yang tidak loyal ya otomatis lengser," tegas Paulus Waterpauw saat ditemui awak media di Manokwari, Senin (10/10/2022).
Baca juga: Penetapan DOB Papua Barat Daya Ditunda, Paulus Waterpauw: Optimis Tahun Ini
Baca juga: Kemenkumham Papua Barat Sadari Lapas Manokwari Over Kapasitas dan Perlu Relokasi
Ia menjelaskan, pemerintah pusat memberikan kewenangan bagi Penjabat Gubernur untuk mengevaluasi kinerja pimpinan OPD.
Sehingga, program pembangunan demi mencapai kesejahteraan masyarakat di Papua Barat dapat diimplementasikan.
"Kepentingannya itu hanya satu yaitu memperlancar roda pemerintahan," terang Waterpauw.
Menurut dia, sebagai pimpinan OPD harus mampu memformulasikan arahan dari pimpinan.
Tujuannya yakni merealisasikan program kerja yang sudah dirancang dalam satu periode anggaran.
"Jangan bikin jalan sendiri yang akhirnya menyusahkan diri sendiri," tutur Paulus Waterpauw.
Ia juga menyinggung soal kedisiplinan Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkup pemerintah provinsi yang perlu ditingkatkan lagi.
Hal ini merupakan amanah aturan perundang-undangan khususnya Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
Salah satu yang menjadi atensi adalah kedisiplinan mengikuti apel Senin dan Jumat pagi sebagai apel rutin.
"Yang hadir kurang dari 50 persen kita beri bendera hitam saja," pungkas Paulus Waterpauw.
(*)