Lukas Enembe Tersangka

KPK Bakal Periksa Bos Kasino di Singapura Dalam Kasus Lukas Enembe

Pemeriksaan pada bos Casino Singapura itu berkaitan dengan kasus dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe.

Editor: Tarsisius M
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri, mengatakan KPK berencana memeriksa Asisten Direktur Marina Bay Sands (MBS) Casino Singapura, Defry Stalin. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana memeriksa Asisten Direktur Marina Bay Sands (MBS) Casino Singapura, Defry Stalin.

Pemeriksaan pada bos Casino Singapura itu berkaitan dengan kasus dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe.

Belum diketahui secara pasti apa yang bakal didalami penyidik dari petinggi kasino di Singapura itu. 

Diduga, penyidik KPK ingin mendalami aliran uang Lukas Enembe ke rumah judi di Singapura

Sebelumnya, Lukas Enembe ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua.

Baca juga: Hari Ini, Gubernur Papua Lukas Enembe Diperiksa 2 Dokter Spesialis dari Singapura

"Pemeriksaan dilakukan di Kantor KPK RI, Defry Stalin, Asisten Direktur MBS (Casino Singapura)," ujar Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri, Selasa (11/10/2022).

Dari informasi yang dihimpun, Lukas Enembe diduga terjerat sejumlah dugaan kasus korupsi. 

Di antaranya soal penerimaan suap dan gratifikasi proyek di daerah Papua. 

Dalam kasus Lukas Enembe, sejumlah pihak lain juga menjadi tersangka.

Sejauh ini, KPK belum membeberkan secara detail orang-orang yang menjadi tersangka dan konstruksi perkara yang menjerat Lukas Enembe.

Lukas telah dicegah bepergian ke luar negeri oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) atas permintaan KPK. 

Baca juga: Istri dan Anak Lukas Enembe Terancam Dijemput Paksa KPK Jika Mangkir Lagi

Ia dicegah bepergian ke luar negeri enam bulan, mulai 7 September 2022 hingga 7 Maret 2023.

Tak hanya itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga sudah memblokir rekening milik Lukas Enembe dan pihak-pihak yang terkait. 

Pemblokiran itu karena PPATK menemukan ada transaksi keuangan yang janggal atau mencurigakan.

Informasi terbaru, ada temuan PPATK terkait transaksi keuangan Lukas yang mengalir ke rumah judi alias kasino di luar negeri. 

PPATK menyebut jumlahnya hampir setengah triliunc rupiah. KPK sedang mendalami temuan PPATK tersebut. (Penulis: Ilham Rian Pratama)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul KPK Periksa Asisten Direktur Marina Bay Sands Casino Singapura Terkait Kasus Lukas Enembe

 

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved