Berawal dari Dugaan Rudapaksa, Oknum Anggota Paspampres dan Anggota Kowad Terancam Dipecat

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ada cela kasus kedua anggota TNI tersebut bukan kasus dugaan rudapaksa seperti saat awal kasus itu mencuat.

Editor: Tarsisius M
(TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun)
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa di Korem 181/PVT Kota Sorong, Kamis (23/12/2021). Ia mengatakan anggota Paspampres berinisial Mayor Infanteri BF dan Kowad berinisial Letda Caj (K) GER terancam dipecat. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SOLO - Berawal dari kasus dugaan rudapaksa, anggota Paspampres dan prajurit wanita Kostrad (Kowad) terancam dipecat.

Baik anggota Paspampres berinisial Mayor Infanteri BF maupun Kowad berinisial Letda Caj (K) GER itu sama-sama sedang ditahan di sel POM TNI.

Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa, mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kasus itu ternyata bukan dugaan rudapaksa.

Menurut Andika Perkasa, Mayor Infanteri BF dan Letda Caj (K) GER diduga melakukan tindakan asusila karena suka sama suka.

"Konsekuensi sangat fatal," ujarnya di sela-sela peninjauan pengamanan menjelang prosesi pernikahan putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep, dan Erina Gudono di Solo, Jawa Tengah, Kamis (8/12/2022).

Baca juga: Anggota Paspamres Diduga Merudapaksa Prajurit Kostrad, Panglima TNI Andika Perkasa: Tak Ada Kompromi

"Selain pidana, peraturan mengatakan mereka (yang) berbuat asusila di kalangan internal, (terancam) pemecatan dinas," kata Andika Perkasa.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ada cela kasus kedua anggota TNI tersebut bukan kasus dugaan rudapaksa seperti saat awal kasus itu mencuat.

"Proses pemeriksaan masih berlangsung terhadap kedua individu. Ternyata, ada kemungkinan cukup besar, ini bukan pemerkosaan, (tapi) satu tindak asusila," ujarnya.

Sebelumnya, oknum anggota Paspampres itu sempat diberitakan telah merudapaksa anggota Kowad di hotel di Bali.

Kejadiannya, saat Mayor BF dan Letda Ger bertugas di acara KTT G20 di Bali pada 15-16 November 2022.

Baca juga: Spionnya Pecah karena Dirusak Paspampres hingga Videonya Viral, Pria Ini Minta Maaf Langgar Lalin

Kepala Pusat Penerangan TNI, Laksamana Muda Kisdiyanto membenarkan adanya penetapan tersangka kepada Mayor BF.

"Oknum sudah jadi tersangka dan ditahan di Pomdam Jaya," katanya, Minggu (4/11/2022). Mayor BF ditahan 20 hari, terhitung sejak Sabtu (3/12/2022).

Mayor BF terancam hukuman penjara maksimal 12 tahun karena dijerat dengan pasal 285 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

"Semua pasal yang berkaitan dengan pemerkosaan akan diterapkan," ujar Kisdiyanto. 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mayor Paspampres dan Prajurit Wanita Kostrad yang Berbuat Asusila Sama-sama Terancam Dipecat

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved