528 Mahasiswa Papua Penerima Beasiswa Kena DO, 271 Orang Kuliah di Luar Negeri

Ia menyebut 271 orang dari 528 mahasiswa yang dinyatakan drop out itu adalah mahasiswa Papua yang berkuliah di luar negeri.

Editor: Tarsisius M
Tribunsumsel.com/Khoiril
ILUSTRASI MAHASISWA- Sebanyak 528 mahasiswa Papua penerima beasiswa di-drop out (pemutusan hubungan studi) selama 13 tahun terakhir. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, JAYAPURA – Sebanyak 528 mahasiswa Papua penerima beasiswa di-drop out (pemutusan hubungan studi) selama 13 tahun terakhir.

Jumlah itu terhitung sejak 2009 atau rata-rata 40 mahasiswa tiap tahun dikeluarkan dari kampus mereka.

Lebih dari separuh mahasiswa yang di-drop out itu kuliah di luar negeri, 271 orang.

Menurut Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Papua, Aryoko AF Rumaropen, mengatakan ada beberapa penyebab ratusan mahasiswa itu di-DO.

"Ada yang nilai akademik yang rendah, masa studi lewat batas waktu, dan pelanggaran aturan perguruan tinggi," kata Aryoko Rumaropen di Kotaraja, Jayapura, Papua, Rabu (21/12/2022).

Baca juga: Ratusan Mahasiswa UT Sorong Wisuda, Penjabat Wali Kota: Wisudawan Sukses Kuliah Jarak Jauh

Ia menyebut 271 orang dari 528 mahasiswa yang dinyatakan drop out itu adalah mahasiswa Papua yang berkuliah di luar negeri.

Sisanya, 257 orang di-drop out dari perguruan tinggi di dalam negeri.

Ia menyebut ada sebagian mahasiswa yang dikeluarkan dari kampus karena persoalan hukum.

"Itu bisa di dalam kampus, misalnya di asrama kampus dia tidak izinkan (tapi) mabuk-mabuk," ujar Aryoko Rumaropen.

"Misalnya di Kanada, ada mahasiswa yang diduga tembak polisi. Itu pelanggaran hukum di luar negeri, ada syarat, harus disiplin. Kalau ada pelanggaran hukum, tidak ditoleransi negara yang tertib hukum," katanya.

Baca juga: Kisah 38 Mahasiswa Kristen Delegasi Kongres Nasional Diinapkan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Toraja

Sebagai penerima beasiswa, ucapnya, para mahasiswa Papua itu seharusnya terhadap semua ketentuan perguruan tinggi.

Mahasiswa penerima beasiswa, ucapnya, juga harus menyelesaikan kuliahnya sebelum batas waktu yang ditentukan.

Penerima beasiswa yang menempuh studi di luar negeri, ucapnya, harus menyelesaikan kuliah enam tahun.

"Penerima beasiswa di dalam negeri harus menyelesaikan kuliah mereka dalam lima tahun," ujar Aryoko Rumaropen.

Halaman
12
Sumber: Tribun papua
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved