Soal 4 Kodam dan Polda Baru, DPRD Papua Barat Minta Panglima TNI dan Kapolri Prioritaskan Anak Papua

Dewan Perwakilan Rakyat atau DPRD Papua Barat meminta Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo...

Penulis: Safwan Ashari | Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari
Anggota DPRD Papua Barat Fraksi Otsus George Dedaida, Jumat (15/7/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Papua Barat meminta Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo agar memprioritaskan anak Papua di setiap rekrutmen.

Hal itu diungkapkan Ketua Fraksi Otsus DPR Papua Barat George Dedaida.

"Rekrutmen TNI Polri untuk mengisi Polda dan Kodam baru di tanah Papua wajib memprioritaskan anak asli Papua," ujar Dedaida, kepada TribunPapuaBarat.com, Kamis (12/1/2023).

Baca juga: Panglima TNI Laksamana Yudo Ungkap Kelebihan KRI Teluk Wondama yang Dikukuhkan Jadi Alutsista Tempur

 

Pasalnya, Dedaida menilai selama ini rekrutmen TNI Polri justru memprioritaskan anak asal Papua.

"Kalau bicara anak asal Papua itu siapapun bisa, tapi kalau asli Papua berarti mama dan bapaknya adalah orang Papua," tegasnya.

Jika di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya, maka harus mereka anak adat Doberai dan Bomberai.

"Kami juga meminta agar perwira yang mengisi Polda dan Kodam baru di empat DOB harus anak asli Papua," tegasnya.

Sebab, saat ini sudah banyak generasi Papua tumbuh dan telah menjadi perwira di masing-masing satuan di TNI Polri.

Selaku Ketua Fraksi Otsus, pihaknya meminta agar Kapolri dan Panglima TNI agar harus lebih teliti di hal tersebut.

"Rekrutmen personel di Polda dan Kodam baru harus mengedepankan aspek pemberdayaan orang asli Papua," ucap Dedaida.

Tak hanya itu, Dedaida juga meminta agar jika ada rekrutmen taruna Akpol dan Akmil di wilayah Tanah Papua harus anak Papua menjadi prioritas utama.

"Kita harap agar mereka ini yang akan diberdayakan untuk menduduki jabatan strategis di Polda dan Kodam baru," imbuhnya.

Baca juga: Panglima TNI dan Kapolri Pastikan Kodam dan Polda Segera Mekar pada 4 DOB di Tanah Papua

Kata Kapolri dan Panglima TNI

KUNJUNGAN - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo berkunjung ke Koarmada III Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (11/1/2023).
KUNJUNGAN - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo berkunjung ke Koarmada III Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (11/1/2023). (TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari)

 

Sebelumnya, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan memekarkan Kodam serta Polda sebanyak empat di tanah Papua.

Hal itu diungkapkan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono saat berkunjung ke Sorong, Papua Barat Daya, bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Yudo mengatakan, untuk penambahan personel dan alutsista di masing-masing daerah otonomi baru (DOB) pasti ada.

"Untuk penambahan personel termasuk Kodam di empat DOB di tanah Papua, nanti pasti ada," ujar Yudo, kepada awak media di Sorong, Rabu (11/1/2023).

Kendati demikian, pihaknya harus lebih dulu merapatkan barisan bersama jajarannya di dalam lingkungan TNI.

"Pasti ada pangkalan angkatan laut, angkatan udara dan bahkan satuan radar pasti akan dibahas lebih lanjut," tuturnya.

Sementara, untuk modernisasi alutsista di lingkungan TNI yang ada di tanah Papua pasti akan dilakukan secara bertahap.

Baca juga: Panglima TNI Bicara soal Nasib Rekrutmen TNI Polri Jalur Otsus di Papua Barat dan Papua Barat Daya

"Akan saya siapkan dua kapal korvet untuk memperkuat Koarmada III Sorong, Papua Barat Daya," ucap Yudo.

Tak hanya itu, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menambahkan, konsep di internal Polri disesuaikan dengan pengembangan daerah.

"Dengan adanya empat DOB maka Polri pun tetap mempersiapkan Polda baru di masing-masing ibukota provinsi," katanya.

Listyo menuturkan, untuk persiapan personel tentu dimulai dari pangkat bintara dan lainnya.

"Ini juga merupakan kesempatan bagi anak-anak kita yang asli Papua untuk mendapatkan posisi strategis," ungkapnya.

Pasalnya, akan dibuka ruang baru untuk mereka agar bisa mengisi posisi di Polda yang akan dimekarkan.

"Tentu akan kita persiapkan sesuai dengan proses dari pengembangan di masing-masing ibukota baru," pungkasnya.(*)

Berita terkait lainnya

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved