Paulinus Baru Terpilih Jadi Ketua Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw
Setelah dilantik, Paulinus Baru menyebut program pertama yang bakal dikerjakan LEMATA adalah mempersatukan enam suku yang ada di Kabupaten Tambrauw
Penulis: Marvin Raubaba | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Paulinus-Baru-jadi-ketua-LEMATA.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, TAMBRAUW - Sidang musyawarah adat (Musdat) pembentukan Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw (LEMATA) di Aula Rumah Sakit Pratama, Distrik Fef, Kabupaten Tambrauw, ditutup, Jumat (20/01/2023).
Hasilnya, Paulinus Baru resmi terpilih sebagai ketua LEMATA. Ia memperoleh suara terbanyak dari lima suku, yang mengungguli dua kandidat lain yakni, Melvin Wasabiti dan Gabino Syufi.
Setelah dilantik, Paulinus Baru menyebut program pertama yang bakal dikerjakan LEMATA adalah mempersatukan enam suku yang ada di tanah adat Kabupaten Tambrauw.
Hal itu dilakukan agar tidak lagi ada perselisian dan perpecahan diantara masyarakat adat.
"Karena rumah adat ini, hanya dijadikan forum koordinasi, dan tidak pada posisi menghilangkan identitas suku, atau mengindahkan ketua-ketua LMA, dan kepala-kepala suku," kata Paulinus Baru.
Baca juga: Edy Kirihio: MRP Papua Barat Siap Jaga dan Lindungi Suku-suku di Tambrauw
LEMATA, ucapnya, juga akan menulis kembali sejarah berdirinya Kabupaten Tambrauw, agar tokoh adat dan masyarakat yang pernah berjuang untuk pembentukan Kabupaten bisa dikenang sampai generasi berikutnya.
"Proses ini kita akan dorong bersama dengan melibatkan Akademisi Unipa, serta tokoh adat dan para tamu undangan yang kemarin hadir, untuk menulis sejarah tersebut dalam bentuk buku," ungkapnya.
Soal pengurus LEMATA, segera dibentuk mulai dari wakil ketua, sekretaris, bendahara, hingga para anggota.
"Dalam waktu dekat, kami akan kerjakan hal itu sehingga bagian-bagian departemen di LEMATA ini bisa berjalan," kata Paulinus Baru.
Ia menyebut, LEMATA juga tidak akan berjalan sendiri, melainkan berkolaborasi dengan pemerintah untuk membangun suatu lembaga adat yang moderen.
Baca juga: Tarian Wuon Sambut Tamu Musyawarah Adat di Tambrauw Papua Barat Daya
Ia mengajak seluruh masyarakat Tambrauw untuk bahu-membahu, menata kembali kebersamaan serta melihat berbagai persoalan di Tambrauw melalui rumah adat besar yakni, Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw.
Menurutnya, LEMATA juga dalam waktu dekat membangun rumah besar yang dijadikan sebagai pusat kegiatan untuk mengakomodasi semua agenda masyarakat.
"Itu aspirasi kami dan akan ditindaklanjuti sehingga kita punya rumah besar ini mengakomodasi semua kegiatan masyarakat,"kata Paulinus Baru. (*)