Tarian Wuon Sambut Tamu Musyawarah Adat di Tambrauw Papua Barat Daya

Tarian Wuon bermakna untuk menyambut kebaikan yang datang ke tanah Tambruaw.

Penulis: Marvin Raubaba | Editor: Tarsisius M
TRIBUNPAPUABARAT.COM/MARVIN RAUBABA
MUSDAT - Tamu undangan saat diarahkan menuju Amak Taro (Rumah Dansa) untuk melakukan Srar (Dansa) pada kegiatan Musyawarah Pembentukan Lembaga Masyarakat Adat Tambruaw di Distrik Fef, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, Kamis (19/01/2023). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Musyawarah Adat Pembentukan Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw (LEMATA) dimulai dengan penjemputan tamu-tamu undangan dari berbagai instansi dan lembaga.

Para tamu pesta adat terbesar itu mulai berdatangan ke Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, Kamis (19/01/2023) siang.

Mereka disambut tarian Wuon dari masyarakat adat dari suku Miyah, Irires, Mpur Swor, Mpur Wot, dan suku Abun.

Tarian Wuon bermakna untuk menyambut kebaikan yang datang ke tanah Tambruaw.

Tamu undangan pun diarahkan menuju Amak Taro (Rumah Dansa) untuk melakukan srar (dansa).

Baca juga: Jhon Yewen Ajak Anak Muda Tambrauw Aktif Ikut Musyawarah Adat Pembentukan LEMATA

Ketua panitia Musyawarah Adat, Paulinus Baru, menyatakan setelah 14 tahun berdirinya Kabupaten Tambrauw, masyarakat adat belum memiliki rumah besar adat untuk duduk bersama antarsuku.

"Itu tujuan utama musyawarah ini ada. Hampir 14 tahun, kepala-kepala suku ini tidak memiliki rumah besar untuk duduk bersama, diskusi tentang tanah ini," ucap Paulinus Baru dalam sambutan, Kamis (19/01/2023).

Ia menambahkan rumah itu hanya dijadikan forum koordinasi dan tidak pada posisi menghilangkan identitas suku mengindahkan ketua-ketua LMA, dan kepala-kepala suku.

Sebelumnya, ucapnya, Musyawarah Adat diinisiasi berbagai kepala-kepala suku dan ketua-ketua LMA sejak tahun 2019, namun baru direalisasikan pada Januari 2023.

Baca juga: Masyarakat Adat Minta Panglima TNI Laksamana Yudo Margono Akomodir Anak Wondama di TNI AL

"Dari refleksi itulah perlu dibentuk rumah bersama, karena kegiatan ini sudah kami inisiasi jauh-jauh hari untuk masyarakat adat duduk bersama-sama," kata Paulinus Baru.

"Apapun keputusan-keputusan adat dalam musyawarah akan merekomendasikan pemerintah untuk pembangunan kedepan," katanya.

Setelah acara pembukaan, ada diskusi bersama dari para narasumber kepada masyarakat adat Kabupaten Tambrauw. (*)

 

 

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR
© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved