Persagi Papua Barat: Protein Hewani Penting untuk Cegah Stunting
"Protein hewani yang dimaksud, misalnya dari ikan laut. Penting juga konsumsi sayuran seperti kelor," kata Andry Parinussa.
Penulis: R Julaini | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Hari-Gizi-Nasional.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Gizi Indonesia (Persagi) Papua Barat menggelar seminar dan lomba menu kudapan anak dalam peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-63 tahun.
Ada tiga narasumber yang dihadirkan dalam seminar, yakni dr Rio Widiharso, SpA (dokter anak), Andry Elisa Parinussa SKM Mkes (Ketua DPD Persagi Papua Barat), dan Hanis Marsudi SKM (Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi).
Menurut Andry Parinussa, Sabtu (11/2/2023), pembahasan berpusat pada pencegahan stunting, intervensi stunting di Manokwari dan pentingnya profesi gizi dalam penanganan stunting.
Untuk lomba menu kudapan anak, digunakan bahan dasar makanan sumber protein.
Sebelas kelompok peserta yang semuanya perempuan antusias mengikuti lomba.
Baca juga: Serius Tekan Stunting, Pj Bupati Maybrat Belajar Langsung ke Kabupaten Sumedang
"Yang kita harapkan dari lomba ialah bagaimana ibu menyiapkan makanan yang murah, terjangkau, dan gampang diolah serta berkualitas gizi baik untuk anak," ujar Andry Parinussa.
Menurutnya, protein sangat diperlukan bagi tumbuh kembang anak, termasuk dibutuhkan oleh ibu hamil.
"Protein hewani yang dimaksud, misalnya dari ikan laut. Penting juga konsumsi sayuran seperti kelor," kata Andry Parinussa.
Baca juga: Angka Stunting Papua Barat Naik Jadi 30 Persen, BKKBN Papua Barat Segera Evaluasi
Ia mengatakan konsumsi sayuran dan protein hewani baik bagi ibu hamil, bayi, dan pembentukan otak.
Baik seminar maupun lomba menu kudapan anak adalah upaya kampanye mencegah stunting.
Seminar dan lomba itu diikuti oleh sejumlah organisasi perempuan antara lain Dharma Wanita, PKK, dan organisasi agama serta organisasi kampus.