Serius Tekan Stunting, Pj Bupati Maybrat Belajar Langsung ke Kabupaten Sumedang
Pj Bupati Maybrat, Dr Bernhard Eduard Rondonuwu SSos MSi melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (11/2/2023)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Pj-Bupati-Maybrat-dan-Sekda-Sumedang.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MAYBRAT - Penjabat (Pj) Bupati Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya, Dr Bernhard Eduard Rondonuwu SSos MSi melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (11/2/2023) kemarin.
Kunker itu sebagai bentuk keseriusan Pj Bupati Maybrat untuk belajar ke Sumedang dalam upaya menekan persoalan stunting di Maybrat.
Kedatangan Pj Bupati Maybrat disambut Sekda Sumedang, Herman Suyatman.
“Saya menilai upaya Pemkab Sumedang dalam menekan kasus stunting ini luar biasa. Bahkan, sudah seperti yang dilakukan pemeritah lokal di China, berbasis digital dan menggunakan artificial intelligence,” ungkapnya dalam rilisnya.
Baca juga: Bahas Perampingan OPD di Kabupaten Maybrat, Pj Bupati Rapat dengan Ditjen Otda Kemendagri
Ia menjelaskan, kunker ini dalam rangka studi tiru penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) serta penanganan stunting dan replikasi sistem pengelolaan pemerintahan di Kabupaten Sumedang.
Menurut Bernhard, Pemkab Maybrat ingin melihat dan belajar terkait strategi dan program di Kabupaten Sumedang dalam menurunkan angka stunting.
“Jadi intinya kami ingin melihat dan belajar bagaimana strategi serta program yang dilaksanakan dalam rangka penurunan angka stunting di Kabupaten Sumedang, kemudian kita aplikasikan di Maybrat,” katanya.
Ia menyebutkan, menangani stunting sudah menjadi tugas dirinya di Maybrat, dengan harapan membantu pemerintah pusat, agar di angka nasional mencapai 14 persen.
“Tadi dipaparkan pak Sekda, Kabupaten Sumedang ini pada Tahun 2018 angka stuntingnya 32,2 persen, dan hebatnya di 2022 bisa menurunkan di angka 8,27 persen, ini yang mesti kita tiru,” ungkapnya.
Baca juga: Pj Bupati Maybrat dan BNPB Bahas Rencana Pemulangan Pengungsi di Aifat Selatan dan Aifat Timur Raya
Maka demikian, imbuhnya, Pemkab Maybrat ingin mengetahui strategi apa yang dilakukan oleh Kabupaten Sumedang sehingga bisa menurunkan angka stunting begitu fantastis.
Sementara itu, Sekda Sumedang, Herman Suyatman mengatakan, berkat kerja keras semua pihak, akhirnya Kabupaten Sumedang bisa menurunkan angka stunting.
“Kami mendapat apresiasi dari Kemenkes. Bahkan beberapa waktu lalu Pak Bupati pun dipanggil secara resmi oleh Presiden Joko Widodo ke Istana Negara untuk memaparkan apa yang menjadi program kami sehingga stunting kami bisa turun secara signifikan,” kata Herman.
Dikatakan Herman, salah satu strategi yang dilakukan oleh Kabupaten Sumedang dalam menurunkan angka stunting adalah melalui kerja sama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang dengan PT. Telkomsel dalam membangun aplikasi bernama “Simpati”m yakni Sistem Informasi Pencegahan Stunting Terintegrasi.
“Aplikasi Simpati ini menjadi salah satu katalisator dalam pencegahan stunting di Kabupaten Sumedang, mulai dari pencatatan data ibu hamil hingga pemberian gizi untuk anak,” tuturnya.
Baca juga: Tangani Stunting di Maybrat, Pj Bupati Bernhard Minta Sinergi Program Antar OPD
Ia menerangkan, bersama Sawala Foundation sebagai mitra kerja PT. Telkomsel, Pemda Sumedang telah melakukan pelatihan penggunaan aplikasi Simpati sekaligus pendistribusian Smartphone berikut kartu kuota kepada 1.704 kader posyandu dan 277 kader pembangunan manusia.