Ketua Ikaswara Soal Warga Madura Sorong Raya Tarik Diri: Bisa Saja Diganti
"Keinginan keluarga Madura di Sorong Raya untuk keluar dari Ikaswara sudah lama," ujar Safi'i, Minggu (19/3/2023).
Penulis: Safwan Ashari | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Ketua-IKASWARA-Papua-Barat-Daya-Tupono.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Ketua IKASWARA Papua Barat, Daya Tupono, angkat bicara perihal keluarnya warga Madura Sorong Raya dari IKASWARA.
Sebelumnya, Perkumpulan Keluarga Madura (Perkema) Sorong Raya menyatakan diri keluar dari IKASWARA Papua Barat Daya, Minggu (19/3/2023).
"Soal Perkema Sorong Raya keluar dari IKASWARA di seluruh Papua Barat Daya itu tidak masalah," ujar Tupono, Selasa (21/3/2023).
Perihal pernyataan Perkema Sorong Raya tersebut, ucapnya, merupakan hak mereka sebagai warga negara.
"Dinamika seperti ini saya ibaratkan dalam rumah tangga memiliki anak lima atau enam orang," kata Tupono.
Setelah masing-masing anak tumbuh dewasa kemudian menikah dan ingin memiliki rumah sendiri dan mandiri.
Baca juga: Pj Gubernur Lantik Pengurus IKASWARA Papua Barat Daya, Ketua: Pertama Kali Dikukuhkan di Provinsi 38
Dinamika yang terjadi di internal IKASWARA ibaratnya seperti rumah tangga dan anak tersebut.
"Yang terpenting adalah jalinan tali silaturahmi tetap terjaga antara IKASWARA dan Perkema Sorong Raya," ucapnya.
Perihal nama IKASWARA, ia menegaskan perkumpulan yang dipimpinnya bukan merupakan singkatan.
"Kalau di AD RT bisa saja diganti lewat Kongres Luar Biasa atau KLB di tingkat kota, sementara Papua Barat Daya tidak ada kata Madura," kata Tupono.
Madura Mundur
Perkumpulan Keluarga Madura (Perkema) Sorong Raya, resmi menarik diri dari organisasi masyarakat atau Ormas IKASWARA di seluruh Papua Barat Daya.
Langkah itu diambil karena ingin berdiri secara mandiri sebagai Ormas di wilayah Sorong Raya tanpa harus gabung dengan warga lain di IKASWARA.
Baca juga: Warga Madura Sorong Raya Nyatakan Diri Keluar dari IKASWARA, Begini Alasannya
Hal itu diungkapkan Ketua Kerukunan Perkema Sorong Raya, Safi'i di Sorong.