Bapanas Minta Perum Bulog Impor Beras 2 Juta Ton, Begini Respons Budi Waseso
Tugas impor beras itu tertera dalam surat Kepala Bapanas tertanggal 24 Maret 2023 terkait Penugasan Pengadaan CBP dari Luar Negeri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Puluhan-petani-dari-Cilacap-Jawa-Tengah-mengadu-ke-KPK-soal-impor-beras.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Perum Bulog belum mulai mengimpor beras sesuai petugasan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Sebelumnya, Bapabas meminta agar Perum Bulog mengimpor beras 2 juta ton hingga akhir 2023.
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas), mengatakan masih menunggu izin dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan.
"Kami belum jajaki, orang belum ada. Kami kan belum melelang, belum buka. Jadi belum ada. Besok baru mau kita bahas," ujarnya kawasan DPR RI, dikutip Selasa (28/3/2023).
"Kami kan belum dapat izinnya, rekomtek (rekomendasi teknis)," kata Budi Waseso.
Baca juga: Perum Bulog Diminta Impor Beras 2 Juta Ton Hingga Akhir 2023
Ia membenarkan adanya tugas Bapanas untuk impor beras 2 juta ton sampai akhir Desember 2023.
"Pelaksanaannya bertahap sesuai kebutuhan," kata Budi Waseso.
Menurutnya, impor beras 2 juta ton itu untuk memenuhi stok cadangan beras pemerintah (CBP).
"Bukan berarti 2 juta itu harus dimasukkan semua, enggak. Itu cadangan manakala ada sesuatu yang memang memerlukan tambahan, ini CBP loh," ujar Budi Waseso.
Soal 500 ribu ton beras yang harus segera diimpor oleh Bulog, ucapnya, itu untuk menambah pasokan beras pada program bantuan sosial (bansos) selama tiga bulan.
Baca juga: Paulus Waterpauw Panen Padi di Manokwari: Papua Barat Harus Swasembada Beras
"Kalau ini berkaitan dengan penyerapan, enggak dapat. Itu (500 ribu ton) kan untuk bansos," kata Budi Waseso.
Bapanas memerintahkan Perum Bulog untuk impor beras 2 juta ton sampai akhir 2023.
Tugas impor beras itu tertera dalam surat Kepala Bapanas tertanggal 24 Maret 2023 terkait Penugasan Pengadaan CBP dari Luar Negeri.
Salinan surat itu ditandatangani oleh Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi.
Baca juga: Harga Beras Bergejolak, Perum Bulog Diminta Keluarkan Beras Cadangan