Puasa Ramadhan 2023
Penjelasan Ustad Adi Hidayat soal 2 Versi Doa Buka Puasa Ramadhan, Mana yang Sahih?
Berikut penjelasan Ustad Adi Hidayat mengenai doa berbuka puasa Ramadhan ada dua versi yang sama-sama berasal dari hadist.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Ilustrasi-Puasa-Ramadhan-3.jpg)
Salah satu amalan yang dianjurkan ialah membaca doa berbuka.
Jika dilihat dari kebiasaan umat muslim, ketika sudah masuk waktu berbuka puasa, ada yang meneguk atau memakan sebutir kurma terlebih dahulu baru kemudian membaca doa berbuka puasa.
Meski demikian, tak sedikit juga yang membaca doa berbuka puasa terlebih dahulu, baru kemudian minum dan makan.
Lantas manakah dari dua kebiasaan itu yang benar?
Ketika sudah masuk waktu berbuka puasa, mana yang harus didahulukan, Meneguk segelas air atau membaca doa berbuka puasa?
Minum air atau baca doa buka puasa dulu?
Sebagian dari kita akan berpikir, membaca doa berbuka puasa adalah hal yang harus didahulukan.
Oleh karena itu, ketika waktu berbuka puasa tiba, ada yang mendahulukan membaca doa baru kemudian makan dan minum.
Namun ternyata, meneguk segelas air serta memakan sebiji kurma merupakan hal yang harus didahulukan ketika sudah masuk waktu berbuka puasa.
Setelah meneguk segelas air, barulah kemudian kita membaca doa berbuka puasa.
Persoalan ini pun sudah dijelaskan oleh Pimpinan Dayah Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Ma’hadal Ulum Diniyyah Islamiyyah Mesjid Raya (MUDI Mesra) Samalanga, Kabupaten Bireuen, Abu Syekh H Hasanoel Basri H atau yang akrab disapa Abu Mudi.
Berikut tayangan video penjelasan Abu Mudi.
Dalam tayangan di akun Youtube Mudi TV, Abu Mudi menegaskan bahwa meneguk segelar air dan memakan sebiji kurma adalah hal yang harus didahulukan dalam berbuka puasa.
Ini karena dalam doa berbuka puasa, ada kalimat ‘Wa’ala rizqika afthartu’ yang memiliki arti ‘Atas rezeki pemberian-Mu aku telah berbuka’.
“Kalau duluan kita baca doa (berbuka puasa), maka sudah berbohong di situ,” jelas Abu Mudi.