Berita Papua Barat

BKKBN Papua Barat Anjurkan Makan Ikan dan Daun Kelor Cegah Stunting pada Anak

Dalam 1.000 gram daun kelor, mengandung zat besi lebih dari 25 kali dari sayur bayam

Penulis: R Julaini | Editor: Libertus Manik Allo
Tribunpapuabarat.com//Rachmat Julaini
Kepala BKKBN Papua Barat, Philmona Maria Yarollo menganjurkan orang tua memberikan asupan makanan berupa ikan dan sayur kelor ke anak 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - BKKBN Papua Barat menganjurkan para orang tua memberikan asupan makanan berupa ikan dan sayur daun kelor kepada anaknya.

Kepala Perwakilan BKKBN Papua Barat, Philmona Maria Yarollo mengatakan, ikan dan daun kelor berfungsi untuk mencegah anak mengalami stunting.

Lanjut dia, daun kelor memiliki manfaat luar biasa dan sudah ada penelitian.

Baca juga: April Mendatang, BKKBN Papua Barat Launching Gerakan Stop Stunting

Baca juga: BKKBN Papua Barat Beri Makanan Tambahan Anak Stunting di Kampung Mansinam, Siapkan Dapur Sehat

"Kalau itu sudah dikonsumsi, tinggal ditambah protein hewani, perkembangan anak yang mengalami stunting bisa dilihat (akan membaik)," kata Maria kepada Tribunpapuabarat.com di Manokwari, Minggu (2/4/2023).

Ia mengingatkan anak adalah anugrah dari Tuhan dimana selaku orang tua, harus memiliki tanggungjawab yakni, memberikan kesehatan dan kepandaian anak-anak.

Menurutnya, sayur daun kelor banyak dijumpai di Pulau Mansinam, Distrik Manokwari Timur.

Hanya saja ujar Maria, belum dimanfaatkan sebagai konsumsi lantaran dijadikan media tanam buah sirih.

Maria mengungkapkan, berdasarkan temuan, anak kekurangan gizi bukan hanya terjadi pada keluarga kurang mampu.

Tetapi hal yang sama terjadi di keluarga mampu.

Makanan bergizi dinilainya tidak harus mahal. Tanaman kelor yang mudah didapatkan itu dinilai memiliki manfaat yang cukup besar.

"Dalam 1.000 gram daun kelor, mengandung zat besi lebih dari 25 kali dari sayur bayam dan vitamin C lebih banyak 12 kali daripada jeruk serta vitamin A lebih banyak 10 kali dari wortel, serta kalsium 12 kali lebih tinggi daripada pisang," ungkapnya.

Maria menyatakan baiknya anak diberikan sayuran bening daun kelor setelah berumur 6 bulan.

Ia menambahkan perlu juga diberikan protein hewani seperti ikan dan telur.

(*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved