BKKBN Papua Barat Beri Makanan Tambahan Anak Stunting di Kampung Mansinam, Siapkan Dapur Sehat

Berdasarkan data yang diterima BKKBN Papua Barat dari petugas gizi dan bidan di Kampung Mansinam, terdapat 18 anak yang butuh perhatian.

Penulis: R Julaini | Editor: Tarsisius Sutomonaio
TribunPapuaBarat.com/Rachmat Julaini
MENYUAPI - Pemberian makanan bergizi oleh Kepala Perwakilan BKKBN Papua Barat, Philmona Maria Yarollo, kepada anak yang mengalami stunting, di Pulau Mansinam, Sabtu (1/4/2023). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Papua Barat menggelar Advokasi dan Kie, untuk percepatan penurunan angka stunting di Papua Barat, khususnya di Pulau Mansinam, Distrik Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari, Sabtu (1/4/2023).

Kepala Perwakilan BKKBN Papua Barat, Philmona Maria Yarollo, menyebut acara di Kampung Mansinam karena telah menetapkan Pulau Mansinam dan Pulau Lemon sebagai binaan BKKBN Papua Barat.

"Pulau Mansinam merupakan pulau bersejarah dan peradaban orang Papua sehingga anak-anak yang di sini kami mengharapkan mereka tumbuh menjadi anak yang sehat, pintar, cerdas dan kreatif bagi bangsa dan negara, gereja serta keluarga," katanya.

Berdasarkan data yang diterima BKKBN Papua Barat dari petugas gizi dan bidan di Kampung Mansinam, terdapat 18 anak yang butuh perhatian.

Baca juga: BKKBN Papua Barat Optimalkan 1.837 Tim Pendamping Keluarga untuk Percepatan Penurunan Stunting

 

Hasil pemeriksaan Posyandu, 18 anak itu disebutnya mengalami penurunan berat badan berdasarkan hasil timbangan.

"Sebelas anak ada di Pulau Mansinam dan 7 di Pulau Lemon," kata Philmona Maria Yarollo.

Ia menilai perlu ada intervensi agar tidak berdampak pada naiknya angka stunting di Papua Barat. Intervensi itu melalui pemberian makanan tambahan.

Makanan tambahan akan diberikan selama kurang lebih tiga bulan ke depan melalui Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di Pulau Mansinam.

"April, Mei, dan Juni makanan diberikan oleh kader TPK (Tim Pendamping Keluarga) yang terdiri dari bidan, kader Tim Penggerak PKK, dan kader KB serta Babinsa untuk memantau distribusi," kata Philmona Maria Yarollo.

Baca juga: April Mendatang, BKKBN Papua Barat Launching Gerakan Stop Stunting

Sementara itu, ia mengingatkan protein hewani seperti telur dan ikan harus dicukupi agar kebutuhan anak terpenuhi sebagai salah satu upaya dalam penanganan dan pencegahan stunting.

"Kami tadi ada bawa beras, telur dan ada bahan makanan lain yang dikelola tim pendamping. Yang kami serahkan langsung susu formula untuk diminum setiap hari," ujar Philmona Maria Yarollo.

Ia mengapresiasi pertemuan ini karena dihadiri oleh orang tua dan anak, kepala kampung, TPK, bidan dan kader Posyandu.

Kehadiran para pihak itu dinilainya menunjukkan adanya rasa tanggung jawab bersama menyiapkan generasi Pulau Mansinam.

Baca juga: BKKBN Papua Barat Yakin Program Semesta Mencegah Stunting Bisa Menjangkau Hingga ke Pelosok

Pada pertemuan tersebut diberikan pula makanan bergizi bagi 18 anak oleh Philmona Maria Yarollo sebagai Kepala BKKBN Papua Barat.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved