Jumat, 5 Juni 2026

2 Satgas Pamtas dari Sumatera-Kalimantan Bertugas di Papua Barat, Pangdam: Harus Jadi Solusi

Selama melaksanakan tugas, Pangdam berpesan agar kehormatan dan kemuliaan tugas, tidak dirusak dengan prilaku tidak terpuji.

Tayang:
Penulis: Marvin Raubaba | Editor: Haryanto
zoom-inlihat foto 2 Satgas Pamtas dari Sumatera-Kalimantan Bertugas di Papua Barat, Pangdam: Harus Jadi Solusi
TRIBUNPAPUABARAT.COM/Humas Kodam Kasuari
Pangdam Kasuari, Mayjen TNI Gabriel Lema saat menyambut Kedatangan dua Batalyon Infanteri (Yonif) dari Sumatera Yonif 133/YS dan Yonif 623/BWU dari Kalimantan, di Mako Yonif 762/VYS Sorong, Papua Barat Daya, pada Selasa (11/4/2023). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Dua Batalyon Infanteri (Yonif) dari Sumatera, Yonif 133/YS dan Yonif 623/BWU dari Kalimantan, disambut langsung Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Gabriel Lema dalam suatu upacara kemiliteran di Mako Yonif 762/VYS Sorong, Papua Barat Daya, pada Selasa (11/4/2023) kemarin.

Kedatangan dua Batalyon yang tergabung dalam Satgas Pamtas Kewilayahan diharapkan dapat membantu dan memperkuat tugas Kodam Kasuari dengan tipologi, dan tantangan wilayah serta tugas yang berbeda dengan satuan mereka berasal.

Selama melaksanakan tugas, Pangdam berpesan agar kehormatan dan kemuliaan tugas, tidak dirusak dengan prilaku tidak terpuji.

"Profesional lah dalam tugas, pedomani protap satuan, cintai dan sayangi masyarakat di wilayah tugasmu karena mereka adalah saudara kita,” tegas Pangdam.

Baca juga: Pangdam XVIII/Kasuari Ingatkan Prajuritnya Selalu Hidup Sederhana dan Tidak Pamer Harta

Untuk mengurangi gesekan atau kesalahpahaman dalam laksanakan tugas dilapangan, Pangdam dalam kesempatan itu menghimbau kepada seluruh pasukan yang bertugas agar cepat menyesuaikan dengan wilayah tugas yang akan dijalani.

"Kenali budaya setempat, pelajari karakteristik masyarakat, selalu menyatu dengan masyarakat dan lakukan pendekatan yang humanis".

"Kalian harus bisa menjadi bagian dari solusi dari masalah yang ada di tengah masyarakat," ucap Mayjen Gabriel.

Baca juga: Soal Penambangan Emas di Kaimana, Anggota DPR Papua Barat Desak Kapolda dan Pangdam Kasuari Usut 

Ia juga menyampaikan bahwa tugas ini adalah tugas mulia dan kehormatan adalah diatas segala galanya.

"Saat ini kalian sudah sah diterima oleh semua lapisan masyarakat serta adat istiadat yang ada di wilayah Papua Barat Daya diwakili saya sebagai Pangdam, pahami pepatah yang berkata lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, artinya setiap daerah memiliki adat istiadat yang berbeda, satu aturan di suatu daerah bisa berbeda dengan aturan di daerah lain, hal ini yang harus kalian ingat," katanya.

Rencananya, setelah pasukan ini diterima secara resmi oleh Kodam XVIII/Kasuari, mereka langsung menempati pos-pos yang telah dibagi di beberapa wilayah yang ada di Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Keberadaan mereka nantinya akan melaksanakan Operasi terpadu teritorial, membantu Pemerintah setempat dalam menjaga dan menciptakan stabilitas keamanan termasuk juga membantu peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat dalam peran-peran teritorialnya.

Dalam penyambutan pasukan, Pangdam XVIII/Kasuari di dampingi oleh Danrem 181/PVT Brigjen TNI Juniras Lumbantoruan, kegiatan Kapoksahli Kodam XVIII/Ksr, Danpasmar III, Danlantamal XIV Sorong, Asintel Kasdam XVIII/Ksr, Asops Kasdam XVIII/Ksr, Aslog Kasdam XVIII/Ksr, Aster Kasdam XVIII/Ksr, Asrendam XVIII/Ksr, Danpomdam XVIII/Ksr, Dir Polairud Polda Papua Barat, Dandim 1804/Kaimana serta Penjabat Bupati Maybrat.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved