Kapal Nelayan Fakfak Terbalik
Polres Koordinasi Polair dan Basarnas Soal Pencarian 4 Warga Fakfak yang Hilang di Perairan Maluku
Ia juga mengatakan Polres Fakfak terus berkoordinasi dengan Polair di Maluku terkait pencarian korban kabal terbalik di perairan di Maluku itu.
Penulis: Haryanto | Editor: Tarsisius Sutomonaio
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Kapolres Fakfak, AKBP Hendriyana, membenarkan ada lima warga asal Fakfak yang tenggelam di perairan Desa Kasieh, Taniwel, Seram Bagian Barat (SBB), Maluku.
"Benar, ada lima semua. Kita juga sudah berkoordinasi dengan Basarnas terkait hal ini," saat dikonfirmasi TribunPapuaBarat.com, Rabu (28/6/2023).
Ia juga mengatakan Polres Fakfak terus berkoordinasi dengan Polair di Maluku terkait pencarian korban kapal terbalik.
"Kita juga terus berkoordinasi dengan Polair di lokasi. Apabila memang ditemukan dan sudah jelas maka Polres akan sampaikan," kata Hendriyana.
Pihak keluarga diungkapkan sudah mengetahui perihal ini.
Baca juga: BREAKING NEWS - Kapal Nelayan dari Fakfak Terbalik di Maluku, 1 Orang Meninggal, 4 Lainnya Hilang
"Pihak keluarga sudah diberi tahu," ujar Hendriyana.
"Mereka katanya mau melakukan pencarian, kita sudah melarang, tetapi mereka tetap akan berangkat untuk mencari," katanya.
Melansir TribunAmbon.com, kapal terbalik di perairan Desa Kasieh. Satu nelayan, La Amir, meninggal dunia.
Kapal itu berlayar dari Kabupaten Fakfak, Papua Barat, hingga ke laut Seram untuk mencari ikan yang diawaki La Upa dan 4 orang kru, termasuk La Amir.
"Masih 4 orang belum ditemukan. Polres SBB berkoordinasi dengan Basarnas agar melakukan pencarian," kata Kasubsi Penmas Polres SBB, Ipda Edwin Mangare, Selasa (27/6/2023).
Baca juga: 49 Siswa Madrasah Meninggal Dunia Akibat Kapal Terbalik di Pakistan
La Amir ditemukan warga setempat setelah pulang melaut, sementara 4 orang belum ditemukan hingga kini di antaranya La Upa, La Ada, La Pino, dan Yapi.
Lewat koordinasi masif, personil Polres SBB juga ikut bergabung dengan Tim SAR untuk melakukan pencarian pada siang tadi.
"Personel Polres SBB bergabung dengan Basarnas untuk pencarian di perairan Desa Kasieh," katanya.
Ia mengaku belum ditemukan bukti-bukti permulaan yang cukup tentang tindak pidana atau kesimpulan sementara adalah murni laka laut.
"Tak ada bukti-bukti permulaan yang cukup tentang tindak pidana, artinya murni laka laut. Jenazah akan diserahkan kepada pihak keluarga," kata Edwin Mangare.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.