Ransiki dan Momiwaren Rawan Kebakaran Hutan, Ini Imbauan BPBD Manokwari Selatan
BPBD Manokwari Selatan, ucapnya, berencana turun ke lapangan untuk menemui kepala kampung dan pemilik hak ulayat supaya mengingatkan masyarakat
Penulis: Elias Andi Ponganan | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Kepala-Badan-Penanggulan-Bencana-Daerah-BPBD-Manokwari-Selatan-Pit-Mandacan.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANSEL - Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Manokwari Selatan, Pit Mandacan, mengimbau masyarakat untuk tidak membakar hutan sembarangan.
Ia juga meminta agar warga tak sembarangan membuang puntung rokok di kawasan rawan terbakar.
Menurutnya, kebakaran hutan rawan terjadi di Distrik Ransiki dan Momiwaren karena memiliki rumput alang-alang paling luas.
Baca juga: Papua Barat Jadi Model Pembangunan Rendah Karbon, Berikut Data Lahan Gambut dan Hutan Mangrove PB
Baca juga: Bupati Manokwari Hermus Indou Ajak Semua Pihak Jaga Hutan dan Lingkungan
"Saya mengimbau masyarakat agar tidak membakar hutan kalau membuka kebun," kata Pit Mandacan saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (10/8/2023).
"Kalau bakar sila, tapi jangan ditinggalkan sebelum padam. Ketika masuk hutan, warga diharapkan tak membuang puntung rokok sembarangan di tempat rawan kebakaran," ujarnya.
BPBD Manokwari Selatan, ucapnya, berencana turun ke lapangan untuk menemui kepala kampung dan pemilik hak ulayat supaya mengingatkan masyarakat tentang dua hal tadi.